BATAM, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Kota Batam memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan bersih, transparan, dan akuntabel melalui Entry Meeting Asistensi Peningkatan Efektivitas Pengendalian Korupsi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Kegiatan digelar di Kantor Wali Kota Batam, Senin 15 Juni 2026.
Rapat dipimpin Plt Inspektur Daerah Kota Batam Yusfa Hendri. Hadir perwakilan BPKP Kepri, Inspektorat Daerah Kota Batam, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah.
Yusfa menegaskan asistensi ini bagian penting penguatan sistem pencegahan korupsi di lingkungan Pemko Batam.
Ia meminta seluruh perangkat daerah mendukung penuh rangkaian kegiatan BPKP.
“Kami berharap seluruh perangkat daerah dapat berpartisipasi aktif dalam proses ini. Hasil yang diperoleh nantinya akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar perbaikan untuk memperkuat sistem pengendalian korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Batam,” ujarnya.
Pengukuran Efektivitas Pengendalian Korupsi dilakukan melalui pendekatan pengendalian risiko integritas secara komprehensif.
Metodenya kombinasi survei dan wawancara agar menghasilkan gambaran objektif kondisi pengendalian korupsi di setiap instansi.
“Melalui pengendalian risiko integritas serta pendekatan survei dan wawancara, diharapkan hasil yang diperoleh dapat memberikan potret yang lebih objektif mengenai efektivitas pengendalian korupsi pada masing-masing instansi,” jelasnya.
Pengumpulan data melibatkan responden yang ditetapkan. Data responden meliputi nama, NIK, nomor telepon, dan email.
Setelah survei, tim BPKP melanjutkan wawancara berdasarkan hasil survei dan dokumen pendukung.
Tautan kuesioner akan didistribusikan melalui email blasting. Setiap responden diberi waktu maksimal 14 hari untuk mengisi kuesioner setelah menerima tautan dan token akses.
Yusfa mengimbau pimpinan OPD segera menyampaikan informasi ke jajaran agar pengisian kuesioner berjalan sesuai jadwal.
“Saya mengharapkan dukungan seluruh perangkat daerah. Mohon informasi ini segera diteruskan kepada seluruh responden sehingga proses pengisian kuesioner dapat berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditentukan,” katanya.
Melalui asistensi ini Pemko Batam menargetkan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan penguatan upaya pencegahan korupsi berkelanjutan guna mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, dan berintegritas.***










Discussion about this post