Konflik Rumah antara Rachel Vennya dan Okin
Konflik antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim atau lebih dikenal dengan nama Okin, kembali memicu perhatian publik. Masalah ini bermula dari isu bahwa rumah yang sebelumnya diperuntukkan bagi putra pertama mereka, Xabiru, justru diam-diam dijual oleh Okin. Hal ini menimbulkan kekecewaan besar pada Rachel Vennya, yang merasa dikhianati oleh mantan suaminya.
Rachel Vennya menyatakan bahwa dirinya tidak mendapatkan harta gono-gini setelah bercerai dari Okin. Ia juga mengungkapkan pengalamannya menerima perlakuan kurang menyenangkan dari pacar Okin, Nanda Zhafira, melalui pesan chat. Ini semakin memperburuk hubungan antara kedua pihak.
Penjelasan Okin tentang Rumah
Okin memberikan klarifikasi terkait isu penjualan rumah tersebut. Menurutnya, rumah itu dibeli di awal pernikahan dengan harapan menjadi awal baik bagi keluarga kecil mereka. Namun, saat perceraian terjadi pada 2021, dalam pembagian harta, rumah tersebut tercatat sebagai miliknya.
Ia menjelaskan bahwa komunikasi antara dirinya dan Rachel tidak berjalan baik, sehingga membuatnya mengambil keputusan untuk menjual rumah tersebut. Okin mengaku ingin menghindari potensi konflik harta benda yang bisa berdampak pada anak-anaknya di masa depan.
Tanggapan Rachel Vennya
Rachel Vennya langsung merespons pernyataan Okin. Ia menyampaikan kekecewaannya karena tidak mendapatkan harta gono-gini setelah bercerai. Ia juga menyebut bahwa rumah yang disebut sebagai bagian dari pemenuhan nafkah untuk anak-anak justru akan dijual tanpa izin.
“Baik bgt ya aku awalnya kasih rumah itu yg dimana kita beli berdua? Yg katanya buat abang biru?” tanya Rachel. “Gono gini ga dapet aset apa2, dikasih alphard ternyata bpkb di gadein, dikasih tanah bali tp itu green zone. Tp nafkah dikasih ga sesuai perjanjian.”
Rachel juga menyebut bahwa ia sempat menerima perlakuan kurang menyenangkan dari pacar Okin, Nanda Zhafira, melalui pesan chat. Ia merasa tidak nyaman dengan sikap tersebut dan merasa dikhianati oleh mantan suaminya.
Klarifikasi Lebih Lanjut dari Okin
Okin menegaskan bahwa dalam pembagian harta pada 2021, rumah tersebut diputuskan menjadi bagian dari miliknya. Ia juga mengakui adanya kelalaian dalam membayarkan kewajiban pada 2023 akibat kondisi bisnis yang membuatnya kelelahan.
Selain itu, Okin mengungkapkan bahwa ada kesalahpahaman terkait pembayaran KPR di awal 2026. Ia merasa sudah melakukan pembayaran setiap bulannya, tetapi pihak bank mengatakan ada miss yang membuat mereka ingin melabeli rumah tersebut.
Kesepakatan yang Tidak Terdokumentasi
Rachel Vennya mengungkapkan bahwa kesepakatan tentang rumah hanya berdasarkan kepercayaan satu sama lain tanpa ada catatan hitam di atas putih. Kini, ia merasa dikhianati karena Okin menjual rumah tersebut tanpa memberitahu.
“Terus sekarang karena nggak ada hitam di atas putih, mau dia jual notabene adik-adik masih tinggal di sana, tanpa ba bi bu langsung ada orang yang mau ngukur dan mau jual rumahnya yang adik-adik gue nggak tahu harus gimana,” ujar Rachel.
Kesimpulan
Kisruh penjualan rumah antara Rachel Vennya dan Okin menunjukkan bahwa konflik harta benda dapat memengaruhi hubungan antara mantan pasangan, terutama ketika tidak ada kesepakatan yang jelas. Meski Okin berusaha menjelaskan kronologinya, Rachel Vennya tetap merasa dikhianati dan kecewa. Dengan adanya konflik ini, kedua pihak perlu mencari solusi yang lebih baik demi kebaikan anak-anak mereka.










Discussion about this post