Kasus Dugaan Penipuan Investasi Batu Bara: Guncangan dalam Rumah Tangga Bunga Zainal dan Sukhdev Singh
Kasus dugaan penipuan investasi batu bara yang melibatkan suami aktris Bunga Zainal, Sukhdev Singh, telah menimbulkan dampak signifikan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Pengakuan ini datang langsung dari Bunga Zainal sendiri, yang menyatakan bahwa permasalahan hukum tersebut sempat menguji ketahanan hubungan pernikahannya. Sukhdev Singh pun mengakui bahwa gangguan pada hubungan suami istri merupakan salah satu konsekuensi terberat dari kasus yang sedang ia perjuangkan. Konflik yang timbul akibat investasi ini bahkan sempat memicu pertengkaran besar di antara keduanya.
Pada Selasa, Juni 2026, saat ditemui di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Sukhdev Singh tak ragu mengungkapkan betapa kasus ini telah menciptakan ketegangan dalam rumah tangganya. Ia menceritakan bahwa konflik yang berujung pada pertengkaran hebat sempat terjadi di depan Bunga Zainal.
“Ya, kita sih ribut yang berkepanjangan, jujur saja ya. Dan beliau juga tahu, kita pernah terlibat keributan di depan beliau. Dengan di depan DH (terduga pelaku), nah itu dia tahu persis di situ waktu itu,” ujar Sukhdev Singh.
Bagi Sukhdev, terganggunya hubungan harmonis antara suami dan istri adalah dampak paling nyata dari kasus ini. Beban moral yang dirasakan Bunga Zainal pun sangat tinggi. Meskipun pada awalnya Bunga hanya hadir sebagai saksi yang diminta keterangannya, kini ia memilih untuk mendampingi suaminya dalam setiap proses hukum sebagai bentuk dukungan.
“Nah yang paling terganggu kan hubungan suami istri pasti terganggu lah ya. Makanya hari ini Bunga punya beban moral sangat tinggi,” ungkap Sukhdev. “Ini kan dia cuma hadir sebagai saksi waktu itu diminta keterangan, tapi hari ini dia untuk menemani saya kemari, untuk memberikan support buat saya sebagai suaminya. Jadi lebih kurang itulah,” lanjutnya.
Bunga Zainal sendiri menegaskan komitmennya untuk selalu berada di sisi suaminya selama proses hukum ini berjalan.
“Ini kan sebenarnya masalah suamiku, gitu. Jadi aku sebagai istri ya support lah, support system gitu,” ujar Bunga.
Berawal dari Rayuan Seorang Teman Dekat
Sukhdev Singh menjelaskan bahwa kasus yang sedang ia hadapi ini berbeda dengan kasus penipuan yang pernah menimpa istrinya di masa lalu. Laporan yang ia ajukan kali ini berkaitan dengan dugaan penipuan yang dilakukan oleh seseorang berinisial DH, menggunakan modus cek kosong.
“Kasus lama yang menyangkut ke Bunga sebenarnya itu sudah selesai, tersangka sudah ada di posisi penjara saat ini. Nah, ini sebenarnya kasus ini lebih ke saya itu waktu itu kita melaporkan inisial DH atas penipuan dengan cek kosong waktu itu,” kata Sukhdev.
Kuasa hukum Sukhdev, Tommy Sinulingga, membeberkan kronologis awal mula terjadinya perkara ini. Menurut Tommy, kliennya tertarik untuk berinvestasi setelah diperkenalkan oleh Bunga Zainal kepada DH, yang sudah dikenalnya selama kurang lebih sepuluh tahun.
“Awalnya Ibu Bunga yang dibujuk rayu, karena ini teman dekatnya sudah 10 tahun. Lalu diminta jumpa dengan suami Ibu Bunga ini, Pak Sukhdev. Dipertemukan, lantas terjadilah investasi,” jelas Tommy Sinulingga.
Bunga Zainal membenarkan hal tersebut. Ia mengakui bahwa dirinya telah mengenal DH selama satu dekade. Namun, selama itu pula, ia tidak pernah berniat mempertemukan DH dengan suaminya. Menurut Bunga, DH sudah lama berkeinginan untuk berkenalan dengan Sukhdev guna membicarakan peluang bisnis dan investasi.
“Tapi akhirnya saya kena bujuk rayu dia dan akhirnya saya kenalkan,” ucap Bunga.
Wanita berusia 39 tahun itu menceritakan bagaimana DH berhasil merayunya hingga akhirnya pertemuan dengan sang suami terlaksana.
“Jadi dia merayu saya lah. Sampai ngajak double date dinner lah. Setelah ketemu ngobrol-ngobrol yaudah adanya kesepakatan investasi batu bara ini, eh ternyata suami saya ditipu pakai cek kosong,” jelasnya.
Masalah mulai muncul ketika pembayaran investasi yang dijanjikan mulai tersendat. Ketika cek jaminan yang diberikan DH hendak dicairkan, ternyata dana yang tertera di cek tersebut tidak tersedia.
“Nah, waktu tersendat pembayaran, ini mau dicairkan, ternyata tidak ada uang di cek tadi. Artinya itu menjadi cek kosong,” katanya.
Sukhdev Singh menambahkan bahwa ia menerima tiga lembar cek sebagai jaminan atas investasi batu bara tersebut. Namun, ketika ketiga cek itu coba dicairkan, semuanya diduga tidak memiliki dana yang cukup alias kosong.
“Nah, di sana itu sebenarnya ada tiga jaminan cek yang diberikan ke saya. Dua cek nilainya masing-masing Rp330 juta dan satu cek itu Rp2 miliar,” ungkapnya.
Dengan demikian, total nilai dari cek yang diterimanya mencapai Rp2,66 miliar. Bunga Zainal merinci lebih lanjut bahwa ketiga lembar cek yang diberikan sebagai jaminan dalam kerja sama investasi tersebut, saat dicairkan, seluruhnya diduga tidak memiliki dana yang memadai.
Situasi ini tentu saja membawa kerugian finansial yang tidak sedikit bagi Sukhdev Singh. Lebih dari itu, implikasi emosional dan psikologis terhadap rumah tangga mereka menjadi sorotan utama, menunjukkan betapa kompleksnya dampak dari kasus penipuan yang menjerat kalangan pebisnis, bahkan yang melibatkan figur publik. Dukungan moral dari istri tercinta menjadi pilar penting bagi Sukhdev dalam menghadapi proses hukum yang masih panjang ini.










Discussion about this post