PT J Resources Asia Pasifik Usulkan Komisaris Independen Baru, Arief Budi Prasetyanto, dengan Rekam Jejak Kuat di Industri Pertambangan
PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB), sebuah emiten yang bergerak di sektor emas, mengumumkan usulan penunjukan Arief Budi Prasetyanto sebagai Komisaris Independen. Pengusulan ini akan menjadi agenda utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Rabu, Juni 2026.
Dalam agenda rapat tersebut, para pemegang saham akan diminta untuk memberikan persetujuan mengenai pemberhentian Budikwanto Kuesar dari jabatannya sebagai Komisaris Independen. Bersamaan dengan itu, akan diajukan pula pengangkatan Arief Budi Prasetyanto untuk mengisi posisi tersebut, yang akan berlaku efektif sejak tanggal RUPSLB dilaksanakan.
Profil Arief Budi Prasetyanto: Pengalaman Puluhan Tahun di Sektor Pertambangan
Arief Budi Prasetyanto dikenal sebagai seorang profesional senior yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di industri pertambangan. Keahliannya mencakup berbagai komoditas vital, mulai dari batu bara, bijih besi, emas, hingga nikel. Pria kelahiran Kudus, 12 Oktober 1963, ini merupakan lulusan Teknik Pertambangan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta pada tahun 1989.
Berdasarkan profil yang disampaikan oleh perseroan, Arief memiliki rekam jejak yang sangat kuat dalam memimpin operasi dan merumuskan strategi bisnis di berbagai perusahaan tambang nasional. Perjalanannya di industri ini menunjukkan perkembangan karier yang impresif, berawal dari posisi General Manager Operasi hingga menduduki jabatan Direktur Utama di beberapa perusahaan pertambangan terkemuka.
Sebelum diusulkan untuk bergabung dengan jajaran komisaris PSAB, Arief menjabat sebagai Direktur Utama PT Bukit Makmur Resources selama periode 2020 hingga 2026. Pengalaman kepemimpinannya juga terasah ketika ia memimpin PT Sulawesi Cahaya Mineral sebagai Direktur Utama pada tahun 2015 hingga 2020.
Pengalaman Luas di Berbagai Sektor Pertambangan dan Jasa Terkait
Tidak hanya di sektor batu bara dan mineral logam, Arief juga memiliki pengalaman signifikan di sektor nikel dan jasa pertambangan. Ia pernah menduduki berbagai posisi direktur di sejumlah perusahaan, antara lain:
- PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama
- PT Anugrah Batu Putih
- PT Cahaya Nikel Indonesia
- PT Cahaya Mining Service
- PT Cahaya Energy Indonesia
- PT Cahaya Hutan Lestari
Di sisi operasional, Arief juga pernah berkontribusi sebagai General Manager Operation di beberapa entitas penting, termasuk:
- PT Berau Coal
- PT Bukit Makmur Mandiri Utama
- Proyek Sebuku Iron Lateritic Ore
Keahlian komprehensif yang dimiliki Arief mencakup berbagai aspek krusial dalam industri pertambangan, mulai dari operasi penambangan batu bara, bijih besi, emas, dan nikel, hingga manajemen operasi yang efisien, kepemimpinan eksekutif yang kuat, serta pengembangan bisnis pertambangan baik di skala nasional maupun internasional.
Daftar Pengalaman Kerja Arief Budi Prasetyanto:
Berikut adalah rangkuman dari pengalaman kerja Arief Budi Prasetyanto yang menunjukkan kedalaman dan luasnya kontribusinya di industri pertambangan:
- Direktur Utama PT Bukit Makmur Resources (2020-2026)
- Direktur Utama PT Sulawesi Cahaya Mineral (2015-2020)
- Direktur PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama
- Direktur PT Anugrah Batu Putih
- Direktur PT Cahaya Nikel Indonesia
- Direktur PT Cahaya Mining Service
- Direktur PT Cahaya Energy Indonesia
- Direktur PT Cahaya Hutan Lestari
- General Manager Operation PT Berau Coal
- General Manager Operation PT Bukit Makmur Mandiri Utama
- General Manager Operation Sebuku Iron Lateritic Ore
Kinerja Positif PSAB Didukung Kenaikan Harga Emas Global
Pengangkatan Arief Budi Prasetyanto sebagai Komisaris Independen baru ini dilakukan di tengah momentum kinerja PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) yang menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh lonjakan harga emas global yang terjadi pada periode tersebut.
Direktur Utama PSAB, Edi Permadi, menjelaskan bahwa harga emas pada tahun 2025 mengalami peningkatan yang cukup drastis, yaitu sekitar 66,48%. Harga emas tercatat melonjak dari US$2.606,72 per ons pada akhir tahun 2024 menjadi US$4.339,65 per ons pada akhir tahun 2025, yang berarti ada kenaikan sebesar US$1.732,93 per ons.
Dukungan dari kenaikan harga komoditas emas ini secara langsung berdampak positif pada kinerja keuangan PSAB. Perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar US$288,7 juta pada tahun 2025. Angka ini mengalami peningkatan sebesar US$52,7 juta dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$236 juta.
Selain peningkatan penjualan, PSAB juga mencatat pertumbuhan laba kotor yang mengesankan. Laba kotor yang dibukukan mencapai US$170,1 juta, melonjak 49,6% dibandingkan dengan US$113,8 juta pada tahun 2024. Hal ini juga tercermin pada margin laba kotor yang meningkat menjadi 58,94%, naik dari sebelumnya yang berada di angka 48%.
Langkah Strategis PSAB di Tahun 2025
Selain pertumbuhan kinerja yang solid, PSAB juga telah mengambil sejumlah langkah strategis penting pada tahun 2025 untuk memperkuat posisinya di industri. Salah satu langkah signifikan adalah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB). Perjanjian ini dilakukan antara anak usaha PSAB, yaitu PT J Resources Nusantara (JRN), dengan PT Danusa Tambang Nusantara, yang merupakan anak usaha dari United Tractors. Objek dari perjanjian ini adalah penjualan 99,99996% saham PT Arafura Surya Alam.
Menurut Edi Permadi, perseroan memandang transaksi ini akan memberikan dampak positif terhadap arus kas perusahaan, sebagaimana tercantum dalam laporan tahunan PSAB.
Lebih lanjut, di tahun yang sama, PSAB juga telah berhasil melakukan pelunasan dipercepat atas seluruh obligasi yang dimilikinya. Proses pelunasan ini diselesaikan pada tanggal 21 Oktober 2025, setelah sebelumnya memperoleh persetujuan dari seluruh pemegang obligasi. Langkah ini menunjukkan komitmen PSAB dalam mengelola struktur keuangannya secara proaktif dan efisien.










Discussion about this post