klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Berita Utama

Murid Dilarang Medsos, Mahasiswa Cari Pacar dan Tinggalkan Ponsel

Redaksi by Redaksi
2 Juni 2026 - 15:05
Reading Time: 4 mins read
0
Murid Dilarang Medsos, Mahasiswa Cari Pacar dan Tinggalkan Ponsel

Murid Sekolah Dasar di Australia Belum Mengenal Media Sosial

Murid-murid sekolah dasar di Australia mengaku belum mengenal media sosial dan belum pernah memiliki akun. Mereka memahami bahwa undang-undang di negara tersebut membatasi usia pengguna media sosial minimal 16 tahun. Fenomena ini menunjukkan bahwa anak-anak di bawah usia tersebut tidak diperbolehkan untuk membuat atau memiliki akun media sosial, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, di kalangan mahasiswa dan generasi muda Australia muncul tren baru untuk menjaga kesehatan mental dengan mengurangi ketergantungan terhadap smartphone. Sebagian bahkan beralih menggunakan ponsel jadul atau dumbphone dan lebih gemar membaca buku cetak. Tren ini menunjukkan pergeseran kebiasaan dalam penggunaan teknologi dan kesadaran akan dampak negatif dari ketergantungan berlebihan pada media digital.

Kunjungan Delegasi Wartawan Indonesia ke Bertram Primary School

Temuan tersebut diperoleh dalam rangkaian kegiatan Australia-Indonesia Senior Editors Program yang difasilitasi Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia. Pada suatu pagi yang cerah dengan suhu sekitar 12 derajat Celsius di Perth, Australia Barat, delegasi wartawan Indonesia mengunjungi Bertram Primary School, sekolah dasar negeri yang mendidik siswa mulai taman kanak-kanak hingga kelas enam.

Sekolah yang terletak di pinggiran Kota Bertram, sekitar 30 menit dari Perth itu memiliki nuansa Indonesia yang cukup kuat. Di ruang kelas terlihat berbagai atribut budaya Indonesia seperti wayang, miniatur becak, angklung, peta Indonesia, hingga berbagai tulisan sederhana dalam Bahasa Indonesia seperti “Halo Pak, Bu”, “Siapa nama kamu?”, hingga nama-nama hari dan unsur alam.

Sekolah tersebut juga menjalin kemitraan dengan SD Negeri 023 Pajagalan Kota Bandung, Jawa Barat, melalui program sahabat pena. Dalam sesi perkenalan, para murid mempraktikkan percakapan menggunakan Bahasa Indonesia. Sebagian mengaku pernah berlibur ke Bali dan menggunakan Bahasa Indonesia saat berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Murid SD Tidak Kenal Media Sosial

Saat sesi tanya jawab dengan wartawan Indonesia, Austin mengungkapkan bahwa dirinya dan teman-teman sekolah dasar lainnya belum memiliki akun media sosial. Menurutnya, hal tersebut karena aturan di Australia yang membatasi usia pengguna media sosial minimal 16 tahun. Guru Bahasa Indonesia di Bertram Primary School, Vincent Sweetman, membenarkan hal tersebut.

Sweetman yang pernah mengajar di sekolah internasional di Jakarta dan kini menikah dengan perempuan asal Bandung mengatakan seluruh murid sekolah dasar memang dilarang menggunakan media sosial. “Murid-murid SD Bertram memang dilarang bermedia sosial. Sebab konstitusi tidak membolehkan anak usia di bawah 16 tahun mengakses platform media sosial,” ujarnya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Australia menerapkan Online Safety Amendment (Social Media Minimum Age) Act 2024, yang merupakan amandemen terhadap Undang-Undang Keamanan Daring 2021. Aturan tersebut melarang anak di bawah usia 16 tahun membuat atau memiliki akun media sosial. Tanggung jawab pengawasan juga dibebankan kepada perusahaan teknologi dan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X. Platform yang gagal mematuhi aturan tersebut dapat dikenakan sanksi hingga 49,5 juta dolar Australia atau sekitar Rp613 miliar.

Pembelajaran Bahasa Asing di Australia

Konsul Informasi, Sosial, dan Budaya pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Perth, Antonius Prawira Yudhianto, mengatakan pembelajaran bahasa asing di Australia cukup berkembang. Menurutnya, terdapat sekitar 30 ribu siswa sekolah dasar di Australia yang mempelajari Bahasa Indonesia. “Mereka menganggap perlu karena dekat dengan Bali, dan Indonesia adalah negara sahabat yang dekat. Jadi selain belajar Bahasa Inggris, siswa juga belajar bahasa negara asing lainnya, misalnya Bahasa Italia atau Bahasa Indonesia,” kata Antonius.

Mahasiswa Mulai Tinggalkan Smartphone

Fenomena menarik lainnya terjadi di kalangan mahasiswa dan generasi muda Australia. Dosen Department of Politics, Media and Philosophy Universitas La Trobe, Melbourne, Dr Nasya Bahfen, mengatakan saat ini mulai muncul tren meninggalkan ketergantungan terhadap smartphone dan media sosial. Menurutnya, mahasiswa kini lebih senang membaca buku dibanding terus-menerus memegang ponsel.

“Mahasiswa saya sekarang lebih senang membaca buku daripada memegang ponsel. Bahkan ada semacam prinsip bagi anak muda, mencari pacar yang kutu buku daripada yang ketagihan ponsel,” kata Bahfen. Perempuan kelahiran Singapura yang pernah tinggal di Jakarta itu menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir mulai berkembang gerakan menggunakan dumbphone, yaitu telepon genggam sederhana yang tidak terhubung internet dan hanya digunakan untuk menelepon atau mengirim pesan singkat.

Fenomena tersebut muncul sebagai bentuk kesadaran terhadap dampak kecanduan smartphone yang dapat memicu kelelahan kognitif, kecemasan, gangguan kesehatan mental, hingga hilangnya batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Bahfen menyebut generasi muda kini memasuki era BookTok, sebuah fenomena yang berkembang sejak pandemi Covid-19.

Fenomena BookTok dan Kebangkitan Buku Fisik

BookTok merupakan komunitas pecinta buku di TikTok yang membagikan ulasan, rekomendasi, hingga reaksi emosional terhadap buku yang mereka baca. Fenomena ini mulai berkembang di Australia sejak masa lockdown Covid-19 pada 2020. Saat itu banyak remaja dan dewasa muda menghabiskan waktu di rumah sehingga TikTok menjadi sarana untuk menemukan komunitas pembaca.

Memasuki 2021, toko-toko buku mulai menyadari adanya lonjakan permintaan terhadap buku-buku tertentu yang direkomendasikan para kreator BookTok. Penjual buku Dymocks, Josh Hortinela, mengatakan tren BookTok sangat memengaruhi minat pembeli. “Anda dapat melihat tren muncul di BookTok, dan itu memengaruhi orang-orang yang bertanya tentangnya di toko. Dulu orang datang dan meminta rekomendasi untuk romansa paranormal, tetapi sekarang mereka meminta trope. Mereka akan berkata, saya mencari trope ‘hanya satu tempat tidur’, atau buku ‘musuh-menjadi-kekasih’. Itu pasti ada hubungannya dengan bagaimana buku dipasarkan di TikTok,” ujarnya.

Eksekutif pemasaran HarperCollins Australia, Caitlin Toohey, juga mengakui fenomena tersebut telah mengubah pola pemasaran buku. Puncak BookTok di Australia terjadi pada 2022 hingga 2023. Pada periode itu, toko buku besar seperti Dymocks, QBD Books, dan Readings memasang rak khusus bertuliskan “As Seen on BookTok” atau “Trending on TikTok”. Novel It Ends with Us karya Colleen Hoover bahkan bertahan berbulan-bulan dalam daftar buku terlaris di Australia.

Fenomena tersebut turut mendorong pertumbuhan industri buku fisik yang sebelumnya diprediksi akan ditinggalkan generasi muda akibat perkembangan teknologi digital. Data Nielsen Bookscan menunjukkan penjualan novel romantis di Australia tumbuh rata-rata 49 persen dalam tiga tahun terakhir. Kini toko buku besar menyediakan rak khusus novel romantis, sementara berbagai acara peluncuran dan penandatanganan buku ramai dihadiri pembaca muda.

Fenomena BookTok pun menjadi bukti bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, buku fisik masih memiliki tempat yang kuat di kalangan generasi muda Australia.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Buldoser Ratakan Lahan di Kampung Tua Bagan, Diduga Timbun Mangrove untuk KSB Ilegal
Berita Utama

Buldoser Ratakan Lahan di Kampung Tua Bagan, Diduga Timbun Mangrove untuk KSB Ilegal

9 Oktober 2026 - 10:47
Irjen  Asep Safrudin Diangkat Jadi Kabareskrim Polri, Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri
Berita Utama

Irjen Asep Safrudin Diangkat Jadi Kabareskrim Polri, Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri

3 Oktober 2026 - 10:24
Dulu Jadi Primadona Wisata, Kini Pantai Desa Teluk Mata Ikan Terancam Lumpur Proyek
Berita Utama

Dulu Jadi Primadona Wisata, Kini Pantai Desa Teluk Mata Ikan Terancam Lumpur Proyek

1 Oktober 2026 - 16:20
GAIA Dental Clinic Hadirkan Pemeriksaan Gigi Gratis di IRIS Badminton Batam
Berita Utama

GAIA Dental Clinic Hadirkan Pemeriksaan Gigi Gratis di IRIS Badminton Batam

30 September 2026 - 15:34
Diduga Imbas Proyek Cut and Fill, Jalan Pattimura Punggur – Batam Center Berlumpur dan Licin
Berita Utama

Diduga Imbas Proyek Cut and Fill, Jalan Pattimura Punggur – Batam Center Berlumpur dan Licin

28 September 2026 - 15:07
Yuniarni Pustoko Weni: Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda
Berita Utama

Yuniarni Pustoko Weni: Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Generasi Muda

25 September 2026 - 14:47
Next Post
Ramalan Zodiak Aries & Taurus 31 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Ramalan Zodiak Aries & Taurus 31 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

Ramalan Zodiak Taurus 30 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

Ramalan Zodiak Taurus 30 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com