BATAM, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya menekan tingkat pengangguran terbuka di tengah tingginya arus migrasi penduduk.
Meski tren pengangguran menurun, lonjakan pendatang tiap tahun menjadi tantangan utama dalam menjaga keseimbangan lapangan kerja.
Kepala Diskominfo Kota Batam Rudi Panjaitan mengatakan, Batam masih jadi tujuan utama pencari kerja di Indonesia karena dianggap memiliki peluang ekonomi menjanjikan.
“Pengangguran di Batam menunjukkan penurunan, namun tingginya arus migrasi menjadi tantangan utama antara ketersediaan lapangan kerja dan jumlah pencari kerja,” ujar Rudi, Kamis 30 April 2026.
Data 2025 mencatat 49.009 jiwa masuk ke Batam, sementara yang keluar 31.353 jiwa. Artinya ada penambahan 17.656 pendatang baru. Menurut Rudi, kondisi itu berdampak pada persaingan kerja dan kesenjangan kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
“Tantangan lain adalah kesiapan keterampilan tenaga kerja yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan industri, terutama manufaktur dan ekonomi digital,” katanya.
Untuk mengatasi itu, Pemko Batam menjalankan program perencanaan tenaga kerja, pelatihan berbasis kompetensi, dan penempatan tenaga kerja.
Kolaborasi juga diperkuat dengan swasta, lembaga pelatihan, perguruan tinggi, hingga BLK Kemnaker. “Sinergi ini penting agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal,” ujar Rudi.
Batam Masuk Lima Besar Kota Migrasi Tertinggi
Hingga April 2026, tercatat sekitar 11 ribu pengajuan pindah masuk dengan rata-rata 200 permohonan per hari.
Rudi menyebut sebagian besar pendatang masih menggunakan KTP daerah asal, dengan tujuan beragam mulai dari mengunjungi keluarga hingga mencari kerja.
Sebagian lain merupakan warga lama yang baru mengurus domisili untuk keperluan administrasi kerja.
Pemko Batam menerapkan ketentuan surat penjamin dari keluarga, kesesuaian alamat KTP penjamin, dan pendaftaran pendatang sementara sebagai nonpermanen.
Layanan kependudukan juga dipermudah secara digital lewat aplikasi Lakse Batam dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Penataan data ini penting agar kebijakan dan program pemerintah tepat sasaran,” kata Rudi.
Ia menambahkan, derasnya urbanisasi menjadikan Batam tidak hanya kota industri, tetapi juga magnet bagi pencari kerja dari berbagai daerah. ***










Discussion about this post