BATAM, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Kota Batam terus memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memperkuat kapasitas fiskal pembangunan dan peningkatan mutu pelayanan publik.
Berdasarkan data APBD 2026 yang tertuang dalam dokumen finalisasi KUA-PPAS TA 2027, realisasi PAD Kota Batam menembus angka Rp2,58 triliun dari total postur pendapatan dan belanja daerah senilai Rp4,18 triliun.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa struktur PAD Batam ditopang kuat oleh penerimaan sektor pajak daerah sebesar Rp2,099 triliun, yang mencakup pajak hotel, restoran, hiburan, PBB-P2, hingga BPHTB, serta retribusi daerah yang mencapai Rp305,19 miliar.
Untuk mempertahankan tren positif tersebut tanpa membebani iklim investasi, Pemko Batam melalui Bapenda dan BPKAD menerapkan strategi peremajaan digitalisasi perpajakan, pemutakhiran data objek pajak, intensifikasi terukur, serta penataan reklame berbasis videotron.
Langkah intensifikasi penerimaan daerah ini diselenggarakan untuk memperluas basis pendapatan mandiri daerah seiring dengan status Batam sebagai pusat jasa, perdagangan, pariwisata, dan industri.
Optimalisasi potensi fiskal ini diproyeksikan mampu menjamin kemandirian anggaran daerah dalam membiayai berbagai proyek infrastruktur strategis perkotaan.
“PAD menjadi kekuatan penting dalam menopang pendapatan daerah. Ini juga menunjukkan aktivitas ekonomi di Batam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan. Yang kita dorong adalah optimalisasi potensi ekonomi daerah, di mana penerimaan tersebut pada akhirnya digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan yang manfaatnya kembali kepada masyarakat. Pemerintah terus memperluas basis penerimaan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak dengan tetap menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Kota Batam.” ujar Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
Pemko Batam optimistis target penerimaan pajak dan retribusi daerah dapat terealisasi secara maksimal hingga akhir tahun anggaran.
Pemerintah mengimbau para wajib pajak untuk terus meningkatkan kepatuhan demi kemajuan pembangunan Kota Batam. (din)










Discussion about this post