TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperkuat ekosistem perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) guna menyukseskan Program 3 Juta Rumah Presiden RI di seluruh wilayah Kepri.
Dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Kepri yang dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (7/9/2026), diungkapkan bahwa alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) APBN 2026 mencapai 3.724 unit rumah yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kepri Said Nursyahdu memaparkan proyeksi tahun 2026 mencakup pembangunan 7.481 rumah baru serta perbaikan 3.944 unit rumah warga, di mana Kota Batam menerima kuota BSPS terbanyak mencapai 1.124 unit.
Guna memangkas beban finansial MBR yang berpenghasilan maksimal Rp9 juta hingga Rp11 juta per bulan, seluruh kabupaten/kota se-Kepri resmi menerbitkan Perkada terkait pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Pemprov Kepri juga membentuk Satgas Perumahan untuk mengawal integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta memfasilitasi ketersediaan lahan.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan untuk memantapkan sinergi regulasi dan pembiayaan perumahan terpadu di wilayah perbatasan.
Penerapan insentif pembebasan pajak dan retribusi ini diproyeksikan mampu meningkatkan daya beli MBR serta mempercepat pengentasan kawasan permukiman kumuh di Kepulauan Riau.
“Yang paling penting masyarakat MBR ini kita mudahkan, baik dari sisi perizinan maupun pembiayaannya. Kebijakan pembebasan BPHTB dan PBG bagi MBR penting agar masyarakat berpenghasilan rendah semakin mudah mendapatkan hunian yang layak. Satgas Perumahan akan mengawal koordinasi penyediaan lahan dan pembebasan biaya ini agar Program 3 Juta Rumah tepat sasaran.” ujar Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad.
Rapat koordinasi ditutup dengan kesepakatan komitmen bersama antara Pemprov Kepri dan kepala daerah kabupaten/kota.
Pemerintah daerah optimistis kemudahan perizinan ini akan mengakselerasi penyerapan kuota perumahan MBR secara signifikan. (din)










Discussion about this post