BATAM, KLIKKEPRI.com — Sedikitnya 300 relawan dan pekerja Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Batam menggelar aksi penyampaian aspirasi secara damai di depan Gedung DPRD Kota Batam, Sabtu (20/6/2026) pagi.
Massa mendesak kepastian keberlanjutan program menyusul adanya rencana evaluasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang berpotensi memangkas pendapatan hingga menghentikan operasional dapur gizi secara sementara.
Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran meluasnya dampak regulasi baru BGN, yang berencana mengurangi hari kerja operasional dari enam menjadi lima hari, serta membekukan total operasional selama masa libur sekolah.
Koordinator aksi, Langga Husein, menegaskan bahwa kebijakan pembatasan tersebut mengancam stabilitas ekonomi dapur produksi dan kelangsungan hidup para pekerja yang menggantungkan nafkah pada program prioritas nasional ini.
“Kira-kira ada 1.500 pekerja yang nasibnya tergantung pada kelancaran dapur ini. Kalau berhenti beroperasi, bagaimana kami memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga,” ujar Langga Husein di depan Gedung DPRD Batam, Sabtu (20/6).
Langga menambahkan, penghentian operasional saat libur sekolah dinilai keliru. Sebab, target sasaran program MBG tidak hanya terbatas pada siswa sekolah, melainkan juga mencakup kelompok rentan lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan asupan nutrisi secara kontinu tanpa terputus kalender akademik.
Ketua Aliansi Relawan, Galih, menyatakan jajarannya berkomitmen penuh mendukung transparansi pengawasan serta perbaikan mutu pangan dari pemerintah pusat.
Namun, ia menggarisbawahi agar skema evaluasi tersebut tidak mengorbankan jalannya program yang sudah berjalan efektif di akar rumput.
Guna mengantisipasi gangguan keamanan, Polresta Barelang mengerahkan sedikitnya 159 personel kepolisian untuk mengawal ketat jalannya unjuk rasa.
Korps Bhayangkara memastikan aksi penyampaian pendapat tersebut berlangsung kondusif dan tertib hingga massa membubarkan diri secara mandiri pada pukul 09.45 WIB.(***)









Discussion about this post