BATAM, KLIKKEPRI.com — Jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dan Polresta Barelang menghadiri peresmian Gedung Sentrum Caritas serta Lokakarya Perlindungan Pekerja Migran di Shelter St. Theresia Batam, Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Jumat (29/5/2026) pagi. Agenda ini menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas instansi untuk memutus mata rantai Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kegiatan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, PLH Walikota Batam Li Claudia Chandra, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus, Komjen Pol (Purn) Drs. Gregorius Mere, serta Direktur Eksekutif Caritas Indonesia RD. Fredy Rante Taruk dan Uskup Pangkal Pinang Mgr. Adrianus Sunarko.
Dalam forum tersebut, lokakarya difokuskan pada optimalisasi peran Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Migran (BLK-PIM) guna mendukung skema migrasi yang aman di Indonesia. Sebagai salah satu pintu gerbang internasional, Kota Batam diakui memiliki tantangan geografis yang besar terkait kerawanan arus pekerja migran nonprosedural dan kejahatan kemanusiaan.
PLH Walikota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa kehadiran pusat latihan kerja dan pusat informasi yang diinisiasi oleh Caritas Indonesia merupakan langkah nyata perlindungan terhadap kelompok rentan.
“Melalui lokakarya ini, saya berharap sinergi dan koordinasi antarlembaga semakin kuat sehingga upaya memutus mata rantai TPPO dan menekan angka kekerasan di Kota Batam dapat dilakukan bersama-sama,” tegas Li Claudia Chandra, Jumat (29/5).
Secara terpisah, pihak Polresta Barelang menyatakan dukungan penuh terhadap operasional jaring pengaman sosial ini. Polri memastikan akan memperketat pengawasan jalur-jalur tikus pelabuhan dan menindak tegas sindikat penyalur tenaga kerja ilegal, sembari meminta masyarakat aktif melapor ke Call Center 110 jika menemukan indikasi TPPO di lingkungan sekitar.(din)










Discussion about this post