Kondisi Desti Amalia Putri Setelah Mengalami Pusing Berputar
Desti Amalia Putri, seorang calon manajer Kopdes Merah Putih yang berusia 26 tahun, mengalami pusing berputar saat menjalani rangkaian kegiatan Latihan Bela Negara dan Manajerial. Kejadian ini memicu tindakan medis yang cepat, sehingga ia harus dilarikan ke IGD rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, ditemukan adanya infeksi bakteri di tubuhnya. Selain itu, dokter juga menemukan indikasi adanya insufisiensi arteri vertebrobasilar, yaitu kondisi ketika aliran darah menuju bagian belakang otak mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan keluhan pusing berputar yang dialaminya.
Sesuai dengan rekomendasi dokter, Desti diberikan antibiotik sebagai pengobatan utama untuk mengatasi infeksi bakteri. Sementara itu, terapi tambahan diberikan untuk mengurangi gejala pusing yang dialaminya. Meski masih dalam masa observasi, kondisi kesehatannya kini mulai menunjukkan perbaikan dari hari ke hari.
Desti mengungkapkan bahwa ia merasa lebih baik dibandingkan saat pertama kali dilarikan ke IGD. Meskipun masih ada sedikit nyeri di kepala, ia tidak lagi mengalami pusing berputar seperti sebelumnya. Ia juga mengaku siap kembali mengikuti latihan setelah dinyatakan layak oleh dokter.
Perjalanan Awal Keluhan
Desti menceritakan bahwa keluhan pertama muncul pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ia merasakan kepala berdenyut meskipun sebelumnya tidak mengalami gangguan apapun. Ia tetap melanjutkan rutinitasnya dengan melakukan senam pagi sesuai jadwal. Namun, kondisinya justru memburuk menjelang salat Subuh.
“Sebelum salat subuh, saya udah berputar pandangannya. Jadi saya berbaring. Saya panggil teman akhirnya saya dievakuasi ke IGD,” ujarnya saat ditemui awak media.
Setelah mendapat perawatan, kondisi Desti mulai stabil. Ia mengatakan bahwa sejauh ini perubahan yang terjadi sudah cukup baik. “Sudah tinggal nyut-nyutannya sedikit banget. Kalau berputar pandangannya udah enggak ada lagi,” ungkapnya.
Penanganan Medis oleh Dokter
Mayor Ckm dr Budhi F, dokter yang menangani Desti, menjelaskan bahwa pasien datang ke IGD dengan keluhan utama pusing berputar. Tim medis kemudian melakukan observasi serta pemeriksaan darah. Hasilnya menunjukkan adanya sedikit peningkatan jumlah leukosit atau sel darah putih yang mengarah pada infeksi bakteri.
Selain itu, dokter juga mendiagnosis insufisiensi arteri vertebrobasilar. Menurut dr Budhi, kondisi ini disebabkan oleh aliran darah ke otak yang kurang optimal. Untuk mengatasinya, ia memberikan antibiotik dan terapi sesuai dengan indikasi medis.
Dokter juga menyampaikan bahwa jika hasil observasi tetap baik, Desti akan direncanakan dipulangkan. “Rencana dipulangkan besok bila kita observasi sehari lagi kalau misalkan sudah baik kita kembalikan ke komandan untuk kembali melanjutkan latihan SPPI lagi,” kata dr Budhi.
Semangat untuk Melanjutkan Latihan
Meski sempat mengalami gangguan kesehatan, semangat Desti untuk menyelesaikan program pelatihan tersebut tetap tidak berubah. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin berlama-lama meninggalkan rangkaian pendidikan yang sedang dijalani.
Karena itu, ia memilih fokus memulihkan kondisi tubuh agar bisa kembali bergabung bersama peserta lainnya. Saat ini, keputusan untuk kembali mengikuti pelatihan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim dokter. Jika dinyatakan telah pulih sepenuhnya, Desti siap melanjutkan seluruh agenda yang telah dijadwalkan.









Discussion about this post