Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur: Taksi Green SM Terlibat dalam Tabrakan Maut
Kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam, menimbulkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran. Salah satu armada taksi listrik Green SM diduga terlibat dalam insiden tersebut. Perusahaan operator taksi listrik ini telah memberikan pernyataan resmi dan menyatakan dukungan penuh terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung.
Pernyataan Resmi dari Green SM Indonesia
Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka. Dalam pernyataannya, perusahaan mengungkapkan bahwa mereka menaruh perhatian penuh terhadap kejadian di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.
Perusahaan juga menyatakan bahwa mereka telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang dan akan mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi Green SM. Mereka berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Detail Kecelakaan Kereta
Kecelakaan kereta terjadi antara KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam. Dalam pernyataan resmi KAI, disebutkan bahwa seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat dan telah dievakuasi. Sebanyak 38 penumpang KRL dilarikan ke rumah sakit terdekat yakni RSUD Bekasi dan RS Primaya. Sementara itu, 4 orang dinyatakan meninggal dunia.
Jumlah korban masih berpotensi meningkat karena proses evakuasi masih terus dilakukan hingga Selasa (28/4/2026) dini hari.
Pengakuan Saksi Mata
Tabrakan KRL commuterline di Stasiun Bekasi Timur disebutkan didahului oleh peristiwa tabrakan lain tak jauh dari stasiun. Menurut saksi mata, kejadian awal terjadi di perlintasan sebidang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Titin, pemilik warung yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian, menceritakan bahwa insiden bermula sekitar pukul 20.50, Senin malam.
Menurutnya, ada taksi hijau dari layanan taksi listrik Green SM yang melintas dari arah utara ke selatan. “Pas di tengah perlintasan kereta api taksinya mogok,” kata Titin ketika ditemui di lokasi.
Tidak lama berselang, ada peringatan commuter line dari arah Cikarang menuju Jakarta hendak melintas. Tapi taksi itu tetap tidak bisa bergerak. Penjaga perlintasan kemudian sibuk mengingatkan ada kereta yang hendak lewat. “Dia mau dorong juga tapi taksinya nggak bergerak,” kata Titin. Mobil listrik memang biasanya tidak bisa didorong jika mesin mati.

Kereta dari arah Cikarang kemudian menabrak bagian tengah taksi. “Supirnya udah keluar duluan.” Taksi kemudian terseret sejauh kira-kira 50 meter ke arah stasiun. Kereta yang menabrak juga berhenti sesuai prosedur biasanya.
Saat mobil masih melintang di rel, pada waktu yang berdekatan, KRL dari Jakarta ke Cikarang menurunkan dan mengangkut penumpang di Stasiun Bekasi Timur. Tapi ketika baru berjalan sebentar, masinis agaknya melihat kejadian kereta berhenti. Pintu kereta komuter line dari Jakarta menuju ke Cikarang sempat dibuka. Penumpang keluar melihat. Pada saat itu kereta komuter line ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo tujuan Surabaya dari arah belakang.









Discussion about this post