JAKARTA – Setiap orang tua pasti berharap anak-anak mereka tumbuh, berkembang, dan belajar sesuai dengan usia mereka, terutama selama fase seribu hari pertama (golden age). Namun, tidak semua orang tua memiliki waktu penuh untuk memantau dan membantu anak mereka dalam proses pembelajaran di masa awal. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kesibukan kerja atau tanggung jawab lainnya.
Seiring dengan itu, banyak orang tua memilih alternatif lain, seperti menggunakan jasa pengasuh anak atau menitipkan anak ke tempat pengasuhan anak (child care) saat menjalani aktivitas yang padat. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa pemilihan pengasuh atau child care yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan anak.
Ahli tumbuh kembang anak, Dr. Dewi Kartika Suryani, SpA mengatakan bahwa pertumbuhan anak dapat dilihat melalui berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Namun, perkembangan anak lebih sulit dideteksi secara langsung. Menurutnya, perkembangan anak harus dipantau melalui beberapa indikator, antara lain:
- Kemampuan bicara
- Perkembangan bahasa dan kosakata
- Motorik halus
- Motorik kasar
- Kemandirian anak
Faktor-faktor tersebut biasanya berkembang paling cepat dalam dua tahun pertama kehidupan anak, atau sekitar usia 18 bulan. “Kita tidak sadar bahwa setiap sambungan syaraf anak berkembang hingga satu juta kali dalam sehari. Bahkan, 90% otak anak akan terus berkembang hingga usia lima tahun,” ujar Dr. Dewi saat berbicara dalam diskusi acara peresmian Mika Daycare & Preschool di Tangerang Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Oleh karena itu, jika orang tua terkendala kesibukan, mereka perlu mencari pengasuh atau child care yang mampu memahami tumbuh kembang anak. “Anak-anak membutuhkan stimulasi yang optimal dalam usia dua sampai lima tahun pertama. Oleh karena itu, pengasuh yang mampu melekat pada anak, memahami perkembangan, dan pertumbuhan sangat penting,” tambah Dr. Dewi.
Dr. Dewi juga menjelaskan bahwa jika orang tua sudah memiliki pengasuh yang baik, sebaiknya tidak diganti, terutama saat anak mendekati usia dua tahun. “Jika anak sudah memiliki pengasuh yang bagus, namun diganti, itu bisa merugikan anak. Karena stimulasi yang baik akan terganggu. Jadi, dari usia menjelang dua tahun, anak sebaiknya memiliki primary care yang sama, bisa saja neneknya asalkan paham,” kata dia.
Hal ini dilakukan agar anak merasa aman dan percaya diri dengan orang yang dekat dengannya. Dengan begitu, anak akan lebih mudah mengeksplorasi lingkungan sekitarnya dan berkembang secara optimal.
Solusi yang bisa dilakukan orang tua adalah menggunakan jasa dari tempat pengasuhan anak (child care). Co-Founder Mika Daycare & Preschool, Marta Yuliana menyebutkan bahwa child care bisa menjadi solusi bagi orang tua yang kesulitan memilih pengasuh yang memahami nutrisi dan perkembangan anak. “Di Mika Daycare, kami menawarkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Ini memberi ketenangan bagi orang tua yang bekerja,” jelas Marta.
Child care juga menjadi pilihan bijak karena biasanya memiliki pengasuh yang terlatih dan siap memantau tumbuh kembang anak. Salah satunya adalah Mika Daycare, yang menawarkan layanan lengkap untuk anak-anak.
Peran Pemerintah untuk Tempat Pengasuhan Anak (TPA)
Sekretariat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), Titi Eko Rahayu menegaskan bahwa pemerintah telah memperhatikan hak ibu pekerja dalam dukungan masyarakat terhadap Tempat Pengasuhan Anak (TPA). “Undang-Undang No. 4 Tahun 2024 tentang kesejahteraan ibu dan anak telah mencakup pasal-pasal yang mendukung penyediaan prasarana untuk ibu pekerja, termasuk pengasuhan anak,” tutur Titi Eko.
Selain itu, KemenPPA juga berupaya agar pengasuh anak-anak bisa diterima oleh masyarakat sebagai pekerja informal yang memiliki hak-hak yang luas. Dengan demikian, pengasuh anak akan mendapatkan perlindungan dan pengakuan yang layak.










Discussion about this post