Kegiatan Hari Bumi 2026: Siswa SMP Ikut Merawat Bumi
Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Penggiat Alam Depok (PADe) bekerja sama dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) dan Bikerz Against Kidz Abuse (B.A.K.A) menggelar acara penanaman pohon yang dihadiri oleh perwakilan 30 siswa-siswi SMP Islam YKS. Acara ini berlangsung di lobi sekolah tersebut, di Depok, dengan tema “Anak Langit Kota Depok Beraksi, Bumi Kita Terjaga”.
Kegiatan ini tidak hanya berupa penanaman pohon, tetapi juga melibatkan edukasi terkait isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim, pengelolaan sampah, serta pentingnya penghijauan. Para siswa diberikan materi yang menekankan keterkaitan antara perilaku sehari-hari dan kondisi bumi. Selain itu, mereka juga diajak untuk merasakan langsung kontribusi kecil yang berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Edukasi Psikologis dalam Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman
Acara dimulai dengan sesi literasi psikologis yang disampaikan oleh psikolog Eva Krista Hutajulu, S.Kom, MMSI. Dalam sesi ini, para siswa diberikan edukasi tentang pendekatan psikologis dalam kampanye anti-bullying. Fokus utamanya adalah membangun empati, regulasi emosi, dan komunikasi sehat di kalangan siswa sebagai fondasi lingkungan sekolah yang aman.
Bullying bukan sekadar kenakalan remaja, tetapi bentuk tekanan psikologis yang dapat meninggalkan luka jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat edukasi karakter dan perlindungan psikologis bagi siswa. Pendekatan kombinasi antara literasi dan praktik langsung dinilai efektif dalam membentuk karakter siswa. Kegiatan ini mendorong munculnya rasa memiliki, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan positif yang berkelanjutan.
Penanaman Pohon sebagai Bentuk Implementasi Pengetahuan
Setelah mendapatkan pemahaman, siswa diajak terlibat langsung dalam penanaman pohon di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian sekaligus memberikan pengalaman emosional yang memperkuat keterikatan siswa dengan alam. Selain itu, para siswa juga diberikan kesempatan untuk belajar secara teori dan praktek.
Selain itu, perwakilan B.A.K.A memberikan literasi terkait edukasi safety riding di kalangan pelajar. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran berkendara aman dan menekan angka kecelakaan lalu lintas usia remaja.
Perjalanan Menuju Setu Pak Keling
Setelah talkshow, para siswa dibonceng oleh perwakilan Bikers B.A.K.A menggunakan jenis motor besar untuk menuju Setu Pak Keling, yang terletak di Sawangan, Depok. Di tempat tersebut, mereka menanam 120 bibit pohon yang telah disediakan.
“Melalui aksi sederhana ini, Setu Pak Keling diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau yang lestari, tetapi juga pengingat bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama,” ujar Untung, perwakilan B.A.K.A.
Antusias siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga merasakan langsung kontribusi kecil yang berdampak besar bagi keberlangsungan bumi di masa depan.
Harapan untuk Generasi Muda yang Lebih Peduli
Momentum Hari Bumi dinilai strategis untuk membentuk generasi muda yang tidak sekadar sadar, tetapi juga tergerak. Di tengah tantangan krisis lingkungan global, langkah kecil dari siswa SMP menjadi sinyal penting bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas dan dari kesadaran yang tumbuh sejak dini.
Nandha, Ketua Umum PADe, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. “Saya sangat antusias dengan kegiatan ini. Sangat bermanfaat bagi anak-anak, pihak sekolah, dan warga sekitar Setu Pak Keling. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk rekan-rekan dari B.A.K.A yang telah bersedia berkolaborasi dengan PADe. Semoga bisa terus terjalin kerja sama dan silaturahmi.”










Discussion about this post