klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home News

Artis dan Influencer Keluhkan Dugaan Shadow Ban Usai Suarakan Karhutla

by
18 Oktober 2026 - 19:12
Reading Time: 2 mins read
0
Artis dan Influencer Keluhkan Dugaan Shadow Ban Usai Suarakan Karhutla

Sejumlah artis, selebgram, hingga influencer di Indonesia mengaku mengalami penurunan jangkauan akun media sosial setelah aktif membagikan informasi tentang kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Keluhan itu muncul di tengah ramainya sorotan publik terhadap karhutla yang belum tertangani di beberapa wilayah, dengan dugaan shadow ban menjadi perhatian utama para pemilik akun. Mereka menyebut penonton konten turun tajam, akun sulit diakses, bahkan ada yang sampai dibatasi sementara.

Istilah shadow ban merujuk pada pembatasan visibilitas konten secara diam-diam oleh platform, sehingga unggahan pengguna tidak lagi mudah muncul di linimasa atau menjangkau audiens seperti biasa. Para kreator konten yang berbicara soal karhutla mengaitkan penurunan itu dengan aktivitas mereka menyebarkan informasi dan ajakan kepedulian. Di Instagram, sebagian dari mereka menilai perubahan paling jelas terlihat lewat fitur laporan “Overview”, yang menunjukkan jumlah penonton story jauh lebih rendah dari biasanya.

Salah satu yang paling vokal adalah Tasya, selebgram berdarah Arab, yang membandingkan jumlah penonton story-nya sebelum dan sesudah mengangkat isu karhutla. Ia menyebut story yang biasanya dilihat lebih dari 1 juta pengguna, tiba-tiba hanya ditonton sekitar 85 ribu akun. Melalui Thread, ia menuliskan, “Stories aku biasanya VS story aku saat speak up,” sambil mengunggah tangkapan layar perbandingan tersebut.

Keluhan serupa datang dari penyanyi Andien. Ia menduga akun Instagram miliknya ikut terkena shadow ban setelah terus-menerus membagikan ulang informasi tentang karhutla. Menurut Andien, dampaknya terasa ketika ia hendak mempromosikan video klip baru, tetapi jumlah penonton justru turun. Ia menulis, “Kayaknya kena shadow ban di ig karena repost2 karhutla tiada henti. Mau promoin video klim baru tapi viewersnya drop.”

Di sisi lain, pendakwah Ustaz Adi Hidayat mengaku akun yang ia pakai untuk menyuarakan kebenaran malah diblokir sementara karena membahas karhutla. Ia mengatakan akun itu sempat terkena pembatasan dua kali dalam satu hari dan harus melalui proses banding sebelum bisa digunakan kembali. Keluhan serupa juga bermunculan dari pengguna TikTok, Facebook, dan Instagram lain yang mengaku akun mereka mendadak tidak bisa diakses setelah mengunggah ulang video terkait kebakaran hutan.

Respons keras juga datang dari sejumlah figur publik. Aktor Jefri Nichol melontarkan kritik kepada akun Kemkomdigi, sementara Hesti Purwadinata menilai konten tentang karhutla justru lebih mudah dibatasi dibanding isu lain yang dianggap bermasalah. Jerome Polin juga mengajak warganet untuk terus menyuarakan keadaan yang terjadi. Di tengah polemik itu, BMKG pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB mencatat sebaran asap karhutla masih terdeteksi di 27 provinsi, meski DKI Jakarta tidak lagi masuk daftar terdampak. Satu-satunya provinsi di Pulau Jawa yang masih terpantau terkena sebaran asap saat itu adalah Banten.

Data BMKG menunjukkan situasi pada Sabtu siang membaik dibanding Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, ketika 31 provinsi masih terdeteksi sebaran asap. Pada pantauan hari sebelumnya, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur termasuk wilayah di Pulau Jawa yang terdampak. BMKG juga mencatat adanya kabut asap lintas negara dari Sumatra ke Semenanjung Malaysia dan Singapura, dari Kalimantan ke Semenanjung Malaysia, Sarawak, dan Singapura, serta dari Papua Nugini ke Papua Selatan.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend

Related Posts

Ria Ricis Cerita Moana Mulai Peka saat Sang Ibu Jarang di Rumah
News

Ria Ricis Cerita Moana Mulai Peka saat Sang Ibu Jarang di Rumah

18 Oktober 2026 - 21:51
Karni Ilyas Pernah Ditawari Jabatan Jaksa Agung oleh Megawati, Ini Kisahnya
News

Karni Ilyas Pernah Ditawari Jabatan Jaksa Agung oleh Megawati, Ini Kisahnya

18 Oktober 2026 - 20:58
Prabowo Berusia 75 Tahun, Titiek Soeharto dan Kemhan Kirim Doa
News

Prabowo Berusia 75 Tahun, Titiek Soeharto dan Kemhan Kirim Doa

18 Oktober 2026 - 20:58
Melanie Subono Jelaskan Alasan Percaya Thayaka Diasuh Ruben Onsu, Masih Bisa Memantau Kapan Saja
News

Melanie Subono Jelaskan Alasan Percaya Thayaka Diasuh Ruben Onsu, Masih Bisa Memantau Kapan Saja

18 Oktober 2026 - 20:05
Sudaryono Tinjau MBG di SD Negeri Cot Meuraja, Momen Saat Menyantap Hidangan Jadi Sorotan
News

Sudaryono Tinjau MBG di SD Negeri Cot Meuraja, Momen Saat Menyantap Hidangan Jadi Sorotan

18 Oktober 2026 - 18:19
Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Rekam Jejak Mantan Kadiv Hubinter Polri Disorot
News

Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Rekam Jejak Mantan Kadiv Hubinter Polri Disorot

18 Oktober 2026 - 18:19
Next Post
Melanie Subono Jelaskan Alasan Percaya Thayaka Diasuh Ruben Onsu, Masih Bisa Memantau Kapan Saja

Melanie Subono Jelaskan Alasan Percaya Thayaka Diasuh Ruben Onsu, Masih Bisa Memantau Kapan Saja

Vietnam Bidik Grup Ringan di Kualifikasi Piala Dunia 2030, Indonesia Masuk Peta Potensi Lawan

Vietnam Bidik Grup Ringan di Kualifikasi Piala Dunia 2030, Indonesia Masuk Peta Potensi Lawan

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com