JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai peluang pengganti Jenderal Agus Subiyanto sebagai Panglima TNI kini terbuka bagi dua perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Keduanya adalah Jenderal Tandyo Budi Revita, yang baru dilantik menjadi Kepala Staf TNI AD, dan Jenderal Maruli Simanjuntak, yang kini menjabat Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Pernyataan itu disampaikan TB di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis (15/10).
Menurut TB, yang akrab disapa Kang TB, Tandyo sebelumnya belum memenuhi syarat untuk didorong menjadi Panglima TNI karena belum pernah memegang jabatan kepala staf. Ia menegaskan, ketentuan dalam Pasal 13 UU Nomor 34 Tahun 2004 memang mensyaratkan calon panglima merupakan perwira aktif, sedang atau pernah menjabat kepala staf di lingkungan militer, lalu diusulkan Presiden RI dan memperoleh persetujuan DPR.
“Wakil Panglima TNI tadinya belum memenuhi syarat karena belum pernah jadi kepala staf,” ujar Kang TB saat menjawab pertanyaan wartawan. Namun situasi itu berubah setelah Presiden RI Prabowo Subianto melakukan perombakan pada jajaran pucuk pimpinan TNI, Kamis (15/10). Dalam pelantikan tersebut, Tandyo resmi menggantikan Maruli sebagai KSAD.
Setelah itu, Prabowo juga melantik Maruli sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus tetap memegang jabatan Kepala BNPP. Dengan komposisi baru ini, TB menyebut TNI AD memiliki dua nama yang secara administratif bisa masuk radar calon panglima. “Sekarang jadi, ada dari AD dua, dong. Satu Wakil Panglima yang baru, kedua KSAD yang baru, nah, begitu,” kata purnawirawan TNI berpangkat terakhir mayor jenderal itu.
TB juga menyoroti bahwa undang-undang tidak mengatur batas minimum lama waktu seseorang harus menjabat kepala staf sebelum dapat diangkat menjadi Panglima TNI. Karena itu, menurut dia, secara hukum seseorang yang baru saja mendapat surat keputusan pun tetap dapat diajukan, selama syarat lain terpenuhi. “Berapa lama? Satu jam juga boleh, yang penting, yang penting pernah dapat SK,” ucap mantan Sesmilpres tersebut.
Ketika ditanya apakah KSAD baru kini tinggal selangkah menuju kursi Panglima TNI, TB tidak memberi jawaban pasti. Ia memilih menunggu perkembangan politik dan keputusan Presiden dalam beberapa waktu ke depan. “Ya, soal satu langkah atau dua langkah, saya enggak tahu, nanti tunggu, tunggu dua bulan ke depan, lah, ya,” katanya.
Posisi Panglima TNI sendiri saat ini masih dipegang Jenderal Agus Subiyanto. Sementara itu, pernyataan TB memperlihatkan bahwa rotasi di tubuh TNI AD baru-baru ini bukan hanya mengisi jabatan operasional, tetapi juga bisa memengaruhi peta suksesi di pucuk pimpinan militer.










Discussion about this post