klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Bisnis

Sindiran Durian Lawrence Wong Memantik Komentar Warganet Singapura soal Kabut Asap dari Indonesia

by
14 Oktober 2026 - 12:44
Reading Time: 2 mins read
0
Sindiran Durian Lawrence Wong Memantik Komentar Warganet Singapura soal Kabut Asap dari Indonesia

Ucapan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di sebuah forum bisnis pada 12 Oktober 2026 malah berbalik menjadi sasaran sindiran dari warganya sendiri. Saat berbicara tentang cara Singapura bertahan di tengah tekanan negara besar, Wong memakai perumpamaan buah durian. Namun, analogi itu segera memicu perdebatan di media sosial, termasuk komentar yang menyeret kembali isu kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang kerap memengaruhi kualitas udara Singapura.

Dalam diskusi bersama CEO DBS Group Su Shan Tan pada DBS Asia Future Forward Conference, Wong menjelaskan bahwa negara kecil seperti Singapura harus waspada menghadapi dunia yang makin tidak pasti. Ia menilai negara-negara besar kini lebih sering memakai perdagangan, teknologi, dan sistem keuangan sebagai alat pengaruh. Untuk menggambarkan posisi Singapura, ia mengatakan bahwa negara itu ibarat durian yang sulit ditekan pihak luar. “Bisa saja mereka mencoba, tetapi mereka akan merasakan sakitnya juga,” kata Wong.

Pernyataan tersebut justru memancing reaksi bernada olok-olok. Sebagian pengguna internet mempertanyakan logika perumpamaan itu, sementara yang lain menggunakannya untuk menyinggung persoalan sehari-hari yang dirasakan masyarakat Singapura, terutama biaya hidup yang terus menjadi keluhan. Di titik inilah kabut asap lintas batas ikut disebut kembali, karena isu itu selama bertahun-tahun menjadi salah satu sumber ketegangan antara Singapura dan Indonesia.

Melansir The Online Citizen, ada warganet yang menghubungkan sindiran terhadap Wong dengan pengalaman Singapura menghadapi asap dari karhutla di Indonesia. Salah satu komentar yang ramai dibahas berbunyi, “Indonesia juga menggunakan kabut asap untuk menekan kita. Rasa sakit apa yang mereka rasakan?” Ungkapan itu menunjukkan bagaimana sebagian warga menilai persoalan asap bukan sekadar isu lingkungan, melainkan masalah yang menyeberangi batas negara dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Asap dari kebakaran hutan dan lahan memang tidak berhenti di titik api. Saat angin membawa partikel pencemar ke wilayah lain, dampaknya bisa dirasakan jauh dari lokasi kebakaran, termasuk di Singapura. Bagi warga, konsekuensinya bukan hanya udara yang memburuk, tetapi juga ancaman kesehatan dan terganggunya aktivitas harian. Karena itu, sebagian warganet menilai isu tersebut seharusnya tidak diremehkan, apalagi jika pembakaran lahan terus berulang.

Di sisi lain, ada pula suara yang mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia sendiri menjadi pihak yang paling terdampak ketika karhutla terjadi. Kebakaran dapat merusak lingkungan, mengganggu kegiatan ekonomi, dan memaksa warga di daerah terdampak menghadapi risiko kesehatan yang serius. Dari situ, persoalan asap lintas batas dinilai bukan hanya soal hubungan diplomatik Jakarta dan Singapura, tetapi juga soal penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, tanggung jawab korporasi, serta perlindungan warga di kedua negara.

Dalam forum yang sama, Wong menekankan bahwa Singapura tidak bisa hanya bergantung pada biaya murah untuk menarik investasi. Ia mendorong pembangunan ekosistem bisnis yang menghubungkan perusahaan global, pelaku lokal, pemasok, lembaga riset, dan tenaga kerja terampil, sekaligus tersambung dengan peluang ekonomi kawasan seperti Johor-Singapura, Kepulauan Riau, Vietnam, dan Thailand. Wong juga menegaskan bahwa ketahanan memang memerlukan ongkos lebih besar. “Anda harus memiliki ketahanan, dan itu membutuhkan biaya,” ujarnya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend

Related Posts

BEI Perluas Metodologi HSC, 19 Saham Masuk Daftar dan Tekan Sentimen Pasar
Bisnis

BEI Perluas Metodologi HSC, 19 Saham Masuk Daftar dan Tekan Sentimen Pasar

14 Oktober 2026 - 06:33
Said Iqbal: Kenaikan UMP Tak Identik dengan PHK dan Penutupan Pabrik
Bisnis

Said Iqbal: Kenaikan UMP Tak Identik dengan PHK dan Penutupan Pabrik

13 Oktober 2026 - 18:11
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp2.000 per gram pada 13 Oktober 2026
Bisnis

Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp2.000 per gram pada 13 Oktober 2026

13 Oktober 2026 - 11:07
MedcoEnergi Tambah Kepemilikan 10 Persen di Empat PSC Migas Cekungan Kutai
Bisnis

MedcoEnergi Tambah Kepemilikan 10 Persen di Empat PSC Migas Cekungan Kutai

13 Oktober 2026 - 04:03
Asing Masih Net Sell di Sesi I, GOTO Paling Diburu di Tengah Tekanan IHSG
Bisnis

Asing Masih Net Sell di Sesi I, GOTO Paling Diburu di Tengah Tekanan IHSG

13 Oktober 2026 - 00:31
BRIDS Naikkan Target ADRO ke Rp3.300, Valuasi Dinilai Masih Murah
Bisnis

BRIDS Naikkan Target ADRO ke Rp3.300, Valuasi Dinilai Masih Murah

12 Oktober 2026 - 20:06
Next Post
Empat Figur Publik Indonesia yang Dipersoalkan karena Dinilai Kurang Peka

Empat Figur Publik Indonesia yang Dipersoalkan karena Dinilai Kurang Peka

Tasyi Athasyia Tanggapi Sorotan soal TikTok Awards, Curhatnya Ikut Dibalas Riyuka Bunga

Tasyi Athasyia Tanggapi Sorotan soal TikTok Awards, Curhatnya Ikut Dibalas Riyuka Bunga

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com