YouTuber Tasyi Athasyia kembali menjadi bahan perbincangan setelah mengaku berharap bisa masuk nominasi TikTok Awards Indonesia 2026. Nama pemilik nama asli Luly Attasiya itu ramai diperbincangkan usai unggahannya di Threads, sementara sang saudara kembar, Tasya Farasya, justru sudah tercantum dalam nominasi Beauty and Fashion Creator of the Year. Tasyi menegaskan, curhatnya bukan bentuk klaim layak mendapat penghargaan, melainkan harapan agar tahun depan namanya bisa ikut masuk daftar nominasi.
Ajang TikTok Awards sendiri merupakan penghargaan resmi dari TikTok untuk memberi apresiasi kepada kreator konten, figur publik, dan tren yang dinilai memberi dampak positif di platform tersebut. Pada Senin, 12 Oktober 2026, TikTok Indonesia mengumumkan daftar nominasi melalui akun Instagram resminya. Dalam daftar itu, sejumlah nama populer muncul, termasuk Atta Halilintar dan aktris Fitri Tropica. Tasya Farasya juga tercatat sebagai salah satu nomine di kategori kecantikan dan mode.
Setelah unggahannya memantik respons luas, Tasyi memberi penjelasan lanjutan. Ia menyebut dirinya heran karena curhat sederhana soal tidak masuk nominasi justru melebar ke platform lain. Menurut dia, keinginan itu wajar selama tidak disertai klaim merasa paling pantas. Tasyi bahkan menegaskan kembali bahwa ucapannya hanya sebatas berharap, bukan menuntut penghargaan tertentu.
Respons dari warganet ikut menyeret nama komika Riyuka Bunga. Riyuka menanggapi dengan nada bercanda bahwa ia bahkan tak pernah mendapat undangan. Tasyi lalu membalas komentar itu dengan seloroh serupa, menyebut dirinya bukan hanya belum masuk nominasi atau diundang, tetapi juga belum memperoleh tanda centang biru di akun miliknya. Percakapan singkat keduanya membuat topik ini semakin ramai di Threads.
Di luar perbincangan soal TikTok Awards, Tasyi sebelumnya juga mencuri perhatian lewat capaian berbeda. Ia memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia setelah membuat bolu raksasa bermotif batik untuk menyambut HUT ke-81 RI. Kue tersebut berukuran 3,78 meter kali 1,55 meter, dihias dengan corak tradisional Nusantara, dan disebut dapat disajikan hingga 1.000 porsi. Proses pengerjaannya memakan waktu 55 jam.
MURI menjelaskan karya itu sebagai “Indonesian Batik Heritage Cake” dalam unggahan resminya. Setelah rekor tersebut diumumkan, Tasyi menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang terus mendukungnya. Ibunya, Ala Alatas, juga memberi pujian atas pencapaian sang anak. Sementara itu, sorotan terbaru terhadap curhat Tasyi menunjukkan bahwa perbincangan publik di media sosial bisa bergerak cepat, bahkan dari satu unggahan singkat menjadi topik yang meluas ke banyak akun dan komentar.










Discussion about this post