TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Dinas Sosial Kota Tanjungpinang menggelar Sosialisasi Transformasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Aula Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Tanjungpinang, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan sosialisasi dan pemutakhiran sistem yang dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang Endang Susilawati tersebut dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Tanjungpinang, Kepala BPS Tanjungpinang, perwakilan Dinsos Kepri, jajaran camat, lurah, hingga koordinator Program Keluarga Harapan (PKH).
Forum ini menekankan pentingnya pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta digitalisasi pendaftaran Perlinsos guna memperbaiki penargetan penerima manfaat bantuan sosial.
Secara nasional, pendaftaran digital Perlinsos hingga September 2026 telah mencakup 4,7 juta keluarga dengan dukungan 204 ribu Agen Perlinsos. Dinsos menegaskan bahwa Agen Perlinsos bertindak sebagai relawan pendaftaran tanpa biaya dan tidak berwenang menentukan kelayakan penerima.
Pelaksanaan sosialisasi dan integrasi DTSEN ini diselenggarakan guna menghapus subjektivitas penyaluran bansos, mempercepat verifikasi warga miskin desil 1–4, menekan tingkat kemiskinan ekstrem di bawah 0,5 persen pada 2026, serta mewujudkan graduasi mandiri bagi 1,5 juta keluarga penerima manfaat secara nasional.
Penerapan DTSEN dan pemutakhiran data berbasis digital di Tanjungpinang ini diproyeksikan mampu menjamin transparansi penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran hingga ke tingkat RT/RW.
“Transformasi perlindungan sosial ini kita dorong agar pelayanan bantuan sosial kepada masyarakat semakin mudah, akurat, transparan, dan benar-benar tepat sasaran. Melalui pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional dan digitalisasi layanan, sistem akan menilai kelayakan secara objektif sehingga tidak ada lagi subjektivitas. Kami mengajak seluruh elemen perangkat kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat melalui gerakan Peduli Tetangga untuk aktif melakukan pemutakhiran data warga miskin dan rentan agar perlindungan sosial dapat dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang Endang Susilawati.
Sosialisasi dilanjutkan dengan simulasi pendaftaran mandiri dan pemutakhiran data digital bagi pendamping sosial kelurahan.
Pemko Tanjungpinang berkomitmen terus mengawal pengentasan kemiskinan berbasis data valid. (din)










Discussion about this post