BATAM, KLIKKEPRI.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama pengurus RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sekupang di Aula SMP Kartini Sei Harapan, Sekupang, Batam, Minggu (4/10/2026) malam.
Dalam forum konsolidasi pembangunan tingkat kecamatan yang dihadiri ratusan elemen warga dan jajaran pimpinan Forkopimcam Sekupang tersebut, Wali Kota Amsakar merinci capaian indikator kinerja pembangunan serta program prioritas pasangan Amsakar-Li Claudia.
Di sektor makro, Batam mencatatkan penurunan angka kemiskinan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 83,8, serta realisasi investasi Semester I sebesar Rp39,89 triliun.
Pada sektor publik, Pemko Batam menyalurkan 105.670 set seragam sekolah gratis bagi siswa SD-SMP, merealisasikan Universal Health Coverage (UHC) berobat gratis berbasis KTP hingga 98 persen, menaikkan insentif 4.000 lansia menjadi Rp300.000, menyalurkan pinjaman UMKM tanpa bunga bagi 1.500 pemohon senilai Rp1,3 miliar, serta menggandeng 30 perusahaan Apindo untuk mengunci kuota 20 persen tenaga kerja lokal dari 4.433 peserta pelatihan kerja.
Perjumpaan warga dan pemaparan kinerja pembangunan daerah ini diselenggarakan guna memperkuat koordinasi sinergis antara Pemko Batam dan perangkat RT/RW, menyerap aspirasi riil warga Sekupang terkait infrastruktur drainase dan sampah, menghentikan narasi ego sektoral, serta memastikan seluruh program prioritas berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Penyelarasan komunikasi serta komitmen alokasi tenaga kerja lokal dan layanan kesehatan gratis ini diproyeksikan mampu memperkokoh stabilitas sosial dan pemerataan Pembangunan di kawasan Sekupang.
“Seluruh raihan angka makroekonomi, UHC sembilan puluh delapan persen, hingga seragam sekolah gratis ini bukan klaim personal Amsakar-Li Claudia, melainkan hasil kontribusi kolektif dari RT, RW, LPM, pimpinan kecamatan, hingga kader Posyandu. Batam tidak memerlukan narasi yang saling melemahkan. Yang kita perlukan adalah dukungan RT dan RW terhadap kebijakan lurah dan camat untuk menghentikan ego sektoral dan terus berorkestrasi membangun daerah. Jika Pemko ingin berhasil melayani warga, perbanyaklah turun bersilaturahmi menyerap aspirasi masyarakat.” ujar Wali Kota Batam Amsakar Achmad.
Silaturahmi diakhiri dengan apresiasi warga atas pembenahan drainase serta penataan sampah di Sekupang.
Pemko Batam memastikan penyerapan aspirasi pembangunan lingkungan akan terus dilanjutkan secara berkala di seluruh kecamatan. (din)










Discussion about this post