Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Wakapolri di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Dalam prosesi yang sama, Suyudi Ario Seto juga resmi menerima amanah sebagai Kapolri. Pelantikan itu membuat nama Wahyu kembali menjadi perhatian publik, bukan hanya karena posisinya di tubuh Polri, tetapi juga karena kehidupan keluarganya ikut disorot, terutama sang istri yang akrab disapa Kiki.
Kiki hadir mendampingi Wahyu saat pelantikan berlangsung. Dengan jabatan baru suaminya, ia otomatis memegang peran sebagai Wakil Ketua Umum Bhayangkari, organisasi istri anggota Polri yang berstatus badan ekstra struktural nasional. Sebelum dikenal luas sebagai pendamping perwira tinggi Polri, Kiki ternyata sudah aktif di lingkungan Bhayangkari dan pernah dipercaya menjadi Wakil Sekretaris Umum Pengurus Pusat Bhayangkari. Dalam berbagai kegiatan sosial organisasi itu, ia disebut kerap terlibat mendampingi agenda kemasyarakatan.
Di luar aktivitas organisasi, kehidupan pribadi pasangan ini juga menarik perhatian. Wahyu dan Kiki dikaruniai seorang putri bernama Valerie Putri. Keluarga mereka juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Brigjen Pol Rizal Irawan setelah putri mereka menikah dengan Rayhan pada 2023. Sementara itu, Kiki diketahui cukup tertutup dari sorotan media sosial. Akun Instagram miliknya, @nanpelcel, tercatat memiliki 749 pengikut.
Nama Kiki makin sering dibicarakan karena lingkar pertemanannya di luar dunia kepolisian. Ia disebut berteman dengan sejumlah figur publik, termasuk Melly Goeslaw dan Widi Mulia. Kedekatan itu menambah sisi lain dari sosok Kiki yang selama ini lebih dikenal di lingkungan Bhayangkari ketimbang di ruang publik. Meski demikian, ia tetap menjaga jarak dari perhatian berlebihan dan jarang membagikan kehidupan pribadinya secara terbuka.
Sementara itu, penunjukan Wahyu sebagai Wakapolri menandai babak baru dalam karier panjangnya di kepolisian. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 4 Juni 1970, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1992. Sepanjang perjalanan dinasnya, Wahyu pernah terlibat dalam penanganan kasus Bom Bali II pada 2005 dan juga sempat bertugas di Badan Intelijen Negara. Pengalaman di bidang intelijen dan keamanan itu memperkaya rekam jejaknya sebelum menduduki jabatan puncak di institusi Polri.
Di lingkungan kepolisian, Wahyu menempati sejumlah posisi penting. Ia pernah menjadi Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri, Wakapolda Metro Jaya pada 2018-2020, lalu menjabat Asisten Utama Bidang Perencanaan dan Anggaran Kapolri sejak September 2024. Jauh sebelum itu, kariernya juga dibangun dari level operasional, mulai dari Wakapolsekta Cirebon Selatan pada 1994 hingga berbagai penugasan di Polda Jawa Barat, Bareskrim Polri, Densus 88, Polda Metro Jaya, hingga BIN. Pelantikan pada 1 Oktober 2026 menempatkan Wahyu sebagai sosok kunci yang akan mendampingi Kapolri Suyudi Ario Seto dalam menjalankan tugas institusi kepolisian ke depan.
Dalam prosesi pelantikan, Wahyu dan Suyudi mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden. Keputusan pengangkatan keduanya tertuang dalam Keppres Nomor 96 dan 97. Dengan mandat baru itu, Wahyu kini mengemban tanggung jawab besar di jajaran pimpinan Polri, sementara Kiki kembali menjadi perhatian sebagai pendampingnya sekaligus figur yang aktif dalam jaringan Bhayangkari.










Discussion about this post