Jalur Lingkar Telaga Ngebel Tertutup Total Akibat Longsor, Evakuasi Dimulai Pagi Hari
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam durasi yang cukup panjang telah memicu bencana tanah longsor di jalur lingkar Telaga Ngebel. Peristiwa ini menyebabkan akses jalan di kawasan wisata alam tersebut tertutup total, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat dan wisatawan.
Longsor terjadi pada Kamis (31/3/2026) malam, namun upaya evakuasi material longsor baru dapat dilakukan keesokan paginya. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang demi keselamatan tim penanganan bencana.
Kronologi Kejadian dan Penutupan Akses
Menurut Kapolsek Ngebel, AKP Nuryadi, laporan mengenai tanah longsor yang menutup seluruh badan jalan di jalur lingkar Telaga Ngebel diterima pada malam kejadian. Lokasi spesifik tanah longsor berada di Dukuh Nglingi, Desa Ngebel, tepatnya di belakang area penanda “Telaga Ngebel”.
“Awalnya ada laporan bahwa terjadi longsor di bagian barat seputaran lingkar telaga ngebel telah terjadi tanah longsor yang menutup seluruh badan jalan di jalur lingkar telaga ngebel,” ungkap AKP Nuryadi. “Lokasi longsor di dukuh Nglingi Desa Ngebel. Tepatnya di belakang Tulisan Telaga Ngebel. Jadi baru pintu masuk itu lo,” tambahnya.
Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama di wilayah Telaga Ngebel diduga kuat menjadi penyebab utama terjadinya tanah longsor.
Tantangan Evakuasi di Malam Hari
Proses evakuasi material longsor tidak dapat segera dilakukan pada malam kejadian karena beberapa faktor krusial yang membahayakan keselamatan.
- Kondisi Tanah yang Labil: Tanah yang masih labil dan berpotensi mengalami pergerakan susulan menjadi kekhawatiran utama. Melakukan pekerjaan di bawah kondisi tersebut sangat berisiko tinggi.
- Curah Hujan yang Berlanjut: Hujan masih turun, meskipun gerimis, yang menandakan kondisi tanah belum sepenuhnya stabil.
- Keterbatasan Pencahayaan: Kondisi malam hari dengan penerangan yang kurang memadai membuat pekerjaan pembersihan material longsor tidak dapat dilakukan secara maksimal dan aman.
“Kami telah koordinasi dengan instansi terkait. Dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga dinas pariwisata. Sepakatnya pagi ini dilakukan evakuasi,” urai AKP Nuryadi mengenai koordinasi yang telah dilakukan.
Besaran Material Longsor dan Upaya Penanganan
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, menjelaskan lebih lanjut mengenai skala bencana. “Hujan intensitas tinggi dengan kurun waktu yang lama menyebabkan longsor di jalur lingkar Telaga Ngebel,” ujarnya.
Material longsor yang menutup jalan diperkirakan berasal dari tebing setinggi sekitar 15 meter dengan panjang mencapai 20 meter. Besaran material ini membutuhkan penanganan khusus dan terencana.
“Material longsor belum bisa dibersihkan tadu malam. Karena kondisi tanah masih labil dan juga masih ada pergerakan tanah,” jelas Masun. “Sehingga, material longsor dengan tinggi tebing 15 meter dan panjang meter 20 meter baru dilakukan evakuasi pagi ini.”
Saat ini, tim penanganan bencana masih melakukan asesmen apakah diperlukan penggunaan alat berat untuk membersihkan material longsor tersebut. Koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk BPBD dan dinas pariwisata, terus dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan efisien.
Jalur lingkar Telaga Ngebel merupakan salah satu akses utama menuju objek wisata yang populer di Ponorogo. Penutupan total akses ini tentu berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar, terutama mereka yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata, serta para wisatawan yang berencana mengunjungi telaga.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk sementara waktu mencari jalur alternatif lain guna menghindari area longsor. Mereka juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kondisi cuaca yang masih belum menentu dan kondisi tanah yang masih dalam pemulihan.
Proses evakuasi dan pembersihan material longsor diperkirakan akan memakan waktu, mengingat besarnya volume material dan kondisi geografis lokasi. Upaya pemulihan akses jalan diharapkan dapat segera dilakukan agar aktivitas di kawasan Telaga Ngebel dapat kembali normal.
Pihak BPBD Ponorogo terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai elemen untuk memastikan penanganan bencana berjalan lancar. Informasi terkini mengenai kondisi jalur dan perkembangan penanganan akan terus disampaikan kepada publik. Masyarakat diharapkan dapat bersabar dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan bersama.










Discussion about this post