Antrean Panjang di SPBU Makassar: Peningkatan Mobilitas atau Isu Kelangkaan?
Samata, Makassar – Suasana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina 74.921.04 Samata, Makassar, terlihat berbeda sejak siang hari. Antrean panjang kendaraan, didominasi oleh pengendara roda dua, mulai terbentuk dan terus memanjang seiring berjalannya waktu. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, apakah ini merupakan dampak dari lonjakan mobilitas pasca-liburan atau ada isu lain yang mendasarinya.
Petugas SPBU yang bertugas mengakui adanya lonjakan volume kendaraan yang signifikan. Namun, mereka menyatakan tidak memiliki informasi resmi mengenai potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar bersubsidi. Pelayanan di SPBU berlangsung intensif, dengan ratusan kendaraan yang harus dilayani setiap jamnya, baik roda dua maupun roda empat.
Irwandi (29), salah seorang petugas SPBU, mengungkapkan bahwa antrean panjang kendaraan roda dua sudah terlihat sejak Senin siang. “Saya mulai shift jam 3 sore dan antrean belum berhenti sampai sekarang,” ujarnya sambil melayani pelanggan. Bersama dua rekannya, ia rata-rata melayani sekitar 200-an motor dalam satu jam. Sementara itu, petugas lain menangani pengisian BBM untuk kendaraan roda empat. Sayangnya, unit nosel untuk jenis Pertamax dilaporkan sudah kosong dan tidak ada petugas yang berjaga di sana.
Penjelasan Resmi dari Pertamina: Stok Aman, Lonjakan Akibat Arus Balik
Menanggapi fenomena antrean yang terjadi, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memberikan klarifikasi. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa ketersediaan stok BBM di wilayah Makassar dalam kondisi aman dan terkendali.
Menurut Lilik, antrean yang memanjang merupakan konsekuensi langsung dari meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode arus balik. “Peningkatan volume kendaraan dari arus balik, termasuk pergerakan masyarakat, berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan BBM di SPBU. Kondisi ini mendorong antrean lebih panjang dari biasanya, terutama di titik-titik dengan trafik tinggi,” jelasnya.
Pertamina memastikan bahwa distribusi energi tetap berjalan lancar dengan pengawasan yang ketat. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat untuk menjamin kelancaran pelayanan kepada masyarakat. “Pertamina bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU terus memperkuat pengaturan di lapangan, termasuk penempatan marshall SPBU untuk membantu mengatur antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” tambah Lilik.
Optimalisasi Pasokan dan Distribusi untuk Menjaga Ketersediaan
Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, turut menegaskan bahwa stok BBM secara umum masih mencukupi dan terus disalurkan sesuai dengan kebutuhan yang ada. “Penyaluran BBM berjalan normal dan kami memastikan pasokan tetap tersedia,” ujarnya.
Ridho menjelaskan bahwa dinamika antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh peningkatan permintaan (demand) selama periode arus balik. Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan di lapangan, Pertamina telah melakukan optimalisasi suplai serta mempercepat proses distribusi ke SPBU.
Imbauan untuk Masyarakat: Pembelian Bijak dan Pelaporan Kendala
Menyikapi situasi ini, Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM secara bijak sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pola konsumsi yang wajar diharapkan dapat membantu menjaga distribusi BBM agar tetap merata dan menghindari kepadatan yang tidak perlu di SPBU.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk melakukan pengisian BBM di lembaga penyalur resmi. Hal ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan produk BBM dengan kualitas yang terjamin dan harga yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Apabila masyarakat menemukan kendala dalam pelayanan di SPBU atau mengindikasikan adanya pelanggaran, mereka dapat segera melaporkan melalui Pertamina Call Center (PCC) di nomor 135. Saluran resmi ini disediakan sebagai sarana pengaduan yang akan ditindaklanjuti oleh pihak Pertamina.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen untuk terus memperkuat monitoring di lapangan, memastikan distribusi BBM berjalan secara optimal, serta mengambil langkah-langkah cepat yang diperlukan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar akses energi bagi masyarakat tetap lancar dan terkendali, terutama di tengah tingginya mobilitas pasca-liburan.










Discussion about this post