Profil dan Perjalanan Karier Komjen Pol (Purn) Oegroseno
Komjen Pol (Purn) Oegroseno adalah seorang tokoh penting dalam dunia kepolisian Indonesia. Nama lengkapnya adalah Drs. Oegroseno, S.H., yang lahir pada 17 Februari 1956 di Pati, Jawa Tengah. Ia merupakan putra dari Brigjen Pol (Purn) Rustam Santiko yang pernah menjabat sebagai Bupati Pati periode 1973-1978.
Oegroseno lulus dari Akademi Kepolisian angkatan 1978 dan memiliki pengalaman luas di berbagai bidang kepolisian. Selama kariernya, ia menjabat berbagai posisi strategis seperti:
- Kapolsek Metro Menteng
- Kepala Jaga Sat Sabhara Kodak VII Metro Jaya
- Perwira Ren Sesdit Polda Metro Jaya
- Perwira Reserse Narkotik Ditserse Polda Metro Jaya
- Kasat Reserse Polwiltabes Surabaya Polda Jawa Timur
- Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung pada 2004 sekaligus naik pangkat Brigjen
- Kapolda Sulawesi Tengah (2005), naik pangkat Irjen
- Kadiv Propam Polri periode 2009-2010
- Kapolda Sumatera Utara
- Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdiklat) 2011-2012
- Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam)
- Wakapolri ke-17 menggantikan Komjen Pol Nanan Sukarna
Selama masa jabatannya sebagai Wakapolri pada tahun 2013-2014, Oegroseno mencatatkan beberapa prestasi penting, antara lain:
- Memimpin pengamanan kawasan konflik di Sulawesi Tengah selama 17 bulan, termasuk turun langsung mengatasi situasi keamanan dengan metode penyisiran dan penyergapan aktif.
- Menjadi Kepala Divisi Propam Polri dengan reputasi ketegasan tinggi dan kepercayaan dari mantan pejabat Polri.
- Sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdiklat), ia melakukan terobosan pendidikan kepolisian dengan mendorong pendidikan dan jenjang kepangkatan dilakukan di daerah agar lebih efektif dan efisien.
- Menjabat Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, menghadapi berbagai tantangan penting termasuk pengamanan objek vital nasional dan mengelola konflik horizontal dan komunal.
Peran dalam Penangkapan Teroris
Salah satu peran penting Oegroseno adalah dalam penangkapan teroris di Sumatera Utara. Pada tahun 2010, Sumatera Utara, khususnya Kota Medan sempat diguncang isu terorisme. Ada sekelompok teroris yang melakukan aksi perampokan Bank CIMB Niaga. Perampokan berlangsung pada 18 Agustus 2010. Ketika perampokan terjadi, Oegroseno masih menjabat sebagai Kapolda Sumut. Ia pun berkoordinasi dengan Densus 88 dan membentuk tim dalam memburu para pelaku.
Di tahun yang sama, tepatnya pada September 2010 berselang kurang dari satu bulan, jaringan teroris yang merampok Bank CIMB Niaga kembali beraksi. Kala itu jaringan teroris menyerang markas Polsek Hamparan Perak. Ada sejumlah polisi yang gugur dalam peristiwa tersebut. Mereka yang gugur adalah Aiptu Baik Sinulingga, Aiptu Deto Sutejo, dan Bripka Riswandi. Karena penyerangan itu, Oegroseno selaku orang nomor satu di Polda Sumut bergerak cepat bersama timnya. Alhasil, para teroris tersebut ditangkap.
Ada sekitar 16 orang nama pelaku yang mencuat, dan tiga diantaranya tewas ditembak. Mereka yang ditangkap kala itu adalah:
- Jumirin alias Sobirin alias Abu Azam
- Khairul Ghazali alias Abu Yasin
- Marwan alias Wak Geng (alias Wak Nong/Wakno)
- Suryo Saputro alias Umar alias Siam
- Beben Khairul Rizal alias Abah alias Abu Jihad alias Ijal
- Anton Sujarwo alias Supriyadi
- Agus Suyoto alias Gaplek alias Plak
- Bagas alias Deri
- Nibras alias Arab alias Amir
- Suraji alias Agus Iwan alias Agus Marwan alias Ahmad alias Hasan
- Heri Kuswanto alias Ari alias Bin Suratman
- Abdul Haris Munandar alias Aris
- Jaja Miharja Fadillah alias Syafrizal
Pelaku yang tewas saat penangkapan:
* Dani alias Ajo
* Yuki Wantoro alias Rozak
* Ridwan alias Iwan
Dari kasus ini, nama Oegroseno pun melambung. Kariernya berjalan mulus hingga ia dipercaya menjabat sebagai Wakapolri di tahun 2013 dan dilantik oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
Aktivitas Setelah Pensiun
Setelah pensiun dari kepolisian, Oegroseno aktif di kancah nasional. Ia beberapa kali disorot karena pernah menjadi ahli yang diajukan Roy Suryo dalam sidang citizen lawsuit terkait dugaan ijazah Presiden Joko Widodo di Pengadilan Negeri Solo. Dalam persidangan tersebut, Oegroseno menyebut adanya perbedaan antara ijazah milik Bambang Sugy Harto dengan ijazah Jokowi, termasuk perbedaan foto.
Pada Juli 2026, ia pun dipanggil Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri. Oegroseno dipanggil untuk diklarifikasi sekaitan dengan dugaan tindak pidana proses hibah tanah Sepolwan dan pengadaan lahan pengganti tanah di Sespim pada 2011. Saat dipanggil Polri, Oegroseno tampil mengenakan seragam purnawirawan. Ia juga menggunakan topi mutz warna hitam dengan lis kuning berhias bintang tiga.
Meskipun sedang dalam pemanggilan, Oegroseno tetap aktif memberikan pendapat dan keterlibatan dalam berbagai isu kepolisian serta masuk sebagai Dewan Penasihat Tim Pemenangan Nasional Anies-Imin pada Pilpres 2024. Ia juga pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) periode 2013-2018.












Discussion about this post