Komitmen SMKN 1 Gandapura dalam Menjaga Kebersihan Laut
SMKN 1 Gandapura, yang berada di Kabupaten Bireuen, menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang peduli dan berjiwa kemanusiaan. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan aksi peduli lingkungan bertajuk “Aksi Nyata untuk Pantai Tanpa Sampah” di Pantai Cemara, Geurugok, Bireuen. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia (World Oceans Day).
Memperingati Hari Laut Sedunia tidak harus dilakukan dengan kegiatan besar. Inilah yang dilakukan oleh SMKN 1 Gandapura. Langkah sederhana ini menunjukkan kepedulian terhadap laut sekaligus membantu menjaga kelestarian ekosistemnya.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) pagi dan diikuti dengan penuh semangat oleh peserta dan pendamping. Pantai Cemara dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi aset utama kehidupan masyarakat pesisir dan merupakan salah satu kawasan pariwisata strategis di Kecamatan Gandapura. Selain itu, pantai ini juga menjadi simbol pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan bahari Indonesia.
Menurut data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, volume sampah di perairan dan pesisir Indonesia mencapai sekitar 16 juta ton, dengan 80 persen di antaranya berasal dari daratan yang terbawa arus sungai. Diperkirakan 5,75 juta ton sampah tersebut mengotori lautan, yang didominasi oleh plastik sekali pakai seperti sachet, kantong plastik, dan sedotan (pipet).
Program edukasi ini dihadirkan secara khusus sebagai ruang belajar terbuka bagi para siswa SMKN 1 Gandapura agar memiliki kesadaran tinggi mengenai pentingnya menjaga kebersihan laut sebagai sumber penghidupan utama. Jelajah alam sekaligus bersih pantai dipilih untuk menggabungkan pembelajaran kepemimpinan, kepedulian lingkungan, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak belajar langsung dari alam dan masyarakat sekitar.
Sebanyak 34 peserta, terdiri atas 21 siswa dan 13 guru, mengikuti kegiatan ini. Mereka adalah siswa kelas X dan kelas XI yang tergabung dalam beberapa organisasi sekolah di SMKN 1 Gandapura. Aksi ini mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRK Bireuen Surya Darma SH yang juga tokoh masyarakat Gandapura.
Menurut Julaidar MPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas yang juga salah satu pendamping acara, kegiatan itu tidak hanya bertujuan untuk membersihkan kawasan pesisir, tetapi juga memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut. “Selain tanggung jawab, kegiatan ini juga sekaligus memberikan edukasi langsung kepada generasi muda mengenai dampak buruk polusi plastik bagi biota laut,” katanya di sela kegiatan.
Menurutnya, kelestarian ekosistem Pantai Cemara merupakan tanggung jawab bersama sehingga dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaganya. Terlihat masing-masing peserta mengumpulkan sampah menggunakan kantong plastik yang dibawa dari sekolah. Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam itu, terkumpul tiga kantong besar sampah yang didominasi oleh sampah plastik, seperti kemasan minuman, botol minuman, dan potongan styrofoam.
Sampah-sampah ini sebagian besar berasal dari aktivitas manusia di sekitar pantai serta sampah kiriman yang terbawa arus laut. Temuan ini mengingatkan kita bahwa masalah sampah plastik masih menjadi pekerjaan rumah yang serius. Plastik adalah bahan yang sulit terurai dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terdegradasi. Banyak wisatawan yang datang ke pantai membawa makanan dan minuman dalam kemasan plastik yang kemudian mereka tinggalkan begitu saja di pantai.
Selain itu, sampah plastik juga dapat terbawa oleh arus laut dan mengotori pantai dari tempat lain. Sampah plastik ini, karena beraroma seperti alga, biasanya dimakan oleh ikan dan hewan laut lainnya. Ini dapat menyebabkan ikan dan penyu keracunan, bahkan mati.
Dalam kesempatan yang sama, Nurliana MPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang turut mendampingi peserta, mengatakan bahwa para siswa SMKN 1 Gandapura harus memiliki kepedulian terhadap manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, unsur sosial dan edukatif menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh SMKN 1 Gandapura terhadap gerakan Indonesia ASRI dan Bireuen Bersih-Bersih. Lingkungan yang bersih dan indah tentu akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan,” jelas Bu Ana, panggilan akrabnya.
Dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke laut.
Kolaborasi Lintas Elemen
Sejalan dengan tema “Reimagine”, peringatan Hari Laut Sedunia 2026 mengajak masyarakat untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan lautan. Dengan memulai dari kebiasaan kecil sehari-hari, setiap orang dapat ikut berkontribusi menjaga kelestarian laut untuk generasi mendatang.
Untuk menjaga kebersihan pantai, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata. Pemerintah perlu meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran terhadap kebersihan pantai. Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam kampanye kesadaran lingkungan dan pentingnya menjaga kebersihan pantai.
Pelaku pariwisata juga harus berperan aktif dalam mempromosikan dan menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, termasuk menjaga kebersihan pantai. Selain itu, wisatawan juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan pantai. Setiap wisatawan harus bertanggung jawab untuk tidak meninggalkan sampah, khususnya sampah plastik di pantai. Membawa tumbler atau botol minum sendiri yang dapat diisi ulang juga dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Wisatawan juga dapat ikut serta dalam kegiatan pembersihan pantai yang diadakan oleh komunitas lokal atau organisasi lingkungan. Hari Laut Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama.
Langkah-langkah sederhana seperti mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan pantai, memilih produk ramah lingkungan, hingga mengurangi emisi karbon dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan laut. Mari bersama menjaga laut Indonesia, mengurangi sampah laut, dan mewujudkan pantai yang bersih serta ekosistem laut yang lestari untuk generasi mendatang.
Peringatan World Ocean Day 2026 melalui kegiatan “Aksi Nyata untuk Pantai Tanpa Sampah” diharapkan dapat memperkuat semangat kolaborasi dan membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga laut adalah tanggung jawab bersama demi masa depan Bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Gandapura ingin mengajak para siswa dan guru serta seluruh lapisan masyarakat untuk semakin peduli terhadap persoalan sampah laut yang menjadi tantangan global. Sampah plastik dan limbah yang mencemari laut tidak hanya merusak keindahan alam, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekosistem laut dan kehidupan biota di dalamnya.
Pantai yang bersih akan mendukung ekonomi warga sekitar dan pariwisata yang berkelanjutan. Pantai yang bersih menjamin kesehatan biota laut, mencegah pencemaran air, dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk menikmati ketenangan deburan ombak.










Discussion about this post