Penghematan BBM di Pemerintah Kota Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan penghematan yang ketat terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan dinas. Langkah ini dilakukan dengan memangkas jatah BBM yang diberikan kepada mobil dan motor dinas. Mobil dinas hanya diberi 5 liter per hari, sedangkan motor dinas diberi 1 liter per hari.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program plafonisasi. Plafonisasi adalah sistem penjatahan BBM bagi kendaraan dinas, baik mobil maupun motor. Menurut Hasto, dengan sistem ini, pengeluaran BBM bisa dikurangi hingga sekitar 30 persen.
“Untuk mobil, saya jatah 5 liter maksimal per hari, sehingga dalam 4 hari akan mencapai 20 liter. Sementara itu, motor hanya diberi 1 liter per hari untuk operasional. Dengan demikian, total belanja BBM bisa berkurang hingga 30 persen,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta.

Menurut Hasto, selama ini banyak mobil dinas yang digunakan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tinggal di luar Kota Yogyakarta. Hal ini menyebabkan penggunaan BBM melebihi batas yang ditentukan.
“Ikut pulang ke mana yang jauh-jauh itu bensinnya enggak cukup 5 liter,” ujar Hasto.
Dengan model plafonisasi, pihaknya lebih mudah mengawasi penggunaan BBM karena setiap pengajuan BBM hanya diperbolehkan sesuai dengan jatah yang ditentukan. Jika ada kebutuhan tambahan, ASN harus menanggung biaya sendiri.
“Kadang-kadang keperluan pulang karena rumahnya di luar Kota Yogyakarta, kalau over bujet ya nambah sendiri. Plafonisasi itu lebih gampang,” paparnya.
Selain penghematan BBM, Hasto juga merancang jadwal work from home (WFH) bagi para pegawai. Ia memastikan bahwa pelayanan publik seperti di kantor kelurahan, kesehatan, kecamatan, serta instansi terkait keamanan seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Perizinan tetap berjalan normal hingga hari Jumat.
Sedangkan untuk instansi lainnya, pihaknya masih menunggu surat resmi dari Kementerian Dalam Negeri. “Kita menunggu surat dari Pak Menteri Dalam Negeri, untuk kita diperintahkan seperti apa misalkan satu hari (WFH) hari Jumat ya hari Jumat (WFH),” jelas Hasto.
Strategi Penggantian Jam Kerja
Hasto juga telah mempertimbangkan skenario penggantian jam kerja jika WFH diterapkan. Kehilangan jam kerja pada hari Jumat akan diganti pada hari-hari lainnya agar pelayanan tidak terganggu.
“Agar kehilangan tidak sebanyak 5,5 jam agar pelayanan bisa dijaga,” sebutnya.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta berencana membentuk kesadaran ASN agar tidak terlalu sering menggunakan BBM. Salah satu caranya adalah dengan mendorong penggunaan sepeda atau sepeda listrik.
Namun, untuk menerapkan semua skenario ini, Pemkot Yogyakarta masih membutuhkan aturan resmi dari pemerintah pusat.










Discussion about this post