Jemaah Haji Asal Pringsewu Wafat di Makkah, Hantarkan Doa Husnul Khatimah
Makkah, Arab Saudi – Kabar duka menyelimuti rombongan jemaah haji asal Kabupaten Pringsewu, Lampung. Salah seorang jemaah, Nurhasanah Mardian, yang berusia 86 tahun, dilaporkan meninggal dunia di Makkah pada Selasa, Juni 2026, pukul 13.33 Waktu Arab Saudi (WAS). Kepergian almarhumah terjadi setelah beliau menyelesaikan salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji, yaitu tawaf ifadah.
Muhammad Haikal Ahra, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pringsewu, membenarkan informasi wafatnya jemaah tersebut. Menurut penuturan beliau, sebelum menghembuskan nafas terakhir, almarhumah sempat mengalami kondisi lemas dan segera mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa yang mengantarkan almarhumah kepada takdirnya terjadi pada siang hari. Setelah menyelesaikan tawaf ifadah pada malam sebelumnya, saat sedang menunggu waktu salat dan dalam keadaan baru saja berwudhu, almarhumah merasakan kelemahan fisik yang signifikan. Kondisi ini sontak menimbulkan kekhawatiran, dan tim medis pendamping segera memberikan pertolongan pertama.
Selanjutnya, almarhumah dirujuk ke Al Noor Specialist Hospital di Makkah untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. Setibanya di rumah sakit, tim medis di sana langsung mengambil alih penanganan. Namun, takdir berkata lain. Setelah berupaya maksimal, Allah SWT memanggil kembali hambanya pada pukul 13.33 WAS.
Dokumen medis yang diterbitkan oleh pihak rumah sakit secara resmi menyatakan bahwa penyebab kematian almarhumah adalah gagal jantung. Hal ini menggarisbawahi bahwa almarhumah telah berjuang melawan kondisi kesehatannya hingga akhir hayatnya di tanah suci.
Rangkaian Ibadah Haji dan Perjuangan Almarhumah
Kepergian almarhumah Nurhasanah Mardian tentu menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi seluruh jemaah haji asal Pringsewu. Pihak Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu menyampaikan ucapan belasungkawa yang tulus.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami turut berbelasungkawa dan mendoakan agar almarhumah mendapatkan husnul khatimah serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Haikal Ahra, mewakili seluruh jemaah dan petugas.
Almarhumah Nurhasanah Mardian, yang lahir pada tanggal 12 Maret 1940, merupakan salah satu dari ribuan jemaah yang berangkat menunaikan ibadah haji pada musim 2026. Usianya yang telah mencapai 86 tahun menunjukkan semangat dan keistiqomahan beliau dalam menjalankan rukun Islam kelima.
Penting untuk dicatat bahwa wafatnya almarhumah terjadi setelah beliau berhasil menyelesaikan salah satu pilar penting dalam ibadah haji, yaitu tawaf ifadah. Hal ini menjadi sebuah penghiburan tersendiri, bahwa almarhumah telah menunaikan sebagian besar kewajiban hajinya sebelum berpulang ke Rahmatullah.
Proses pemulasaraan jenazah almarhumah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku di Arab Saudi bagi jemaah haji yang meninggal dunia di tanah suci. Hal ini memastikan bahwa segala urusan akhir almarhumah ditangani dengan penuh penghormatan dan sesuai syariat.
Doa dan Harapan untuk Almarhumah
Pihak Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu juga menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah almarhumah diterima oleh Allah SWT.
“Semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutup Haikal Ahra.
Kisah almarhumah Nurhasanah Mardian menjadi pengingat akan kefanaan dunia dan pentingnya mempersiapkan diri untuk menghadap Sang Pencipta. Meskipun meninggalkan dunia di tempat yang paling mulia, Makkah Al-Mukarramah, doa dan harapan agar beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya terus mengalir dari tanah air. Semangat perjuangan beliau dalam menunaikan ibadah haji di usia senja menjadi inspirasi bagi banyak orang.










Discussion about this post