Kegiatan Edukasi Keselamatan Lalu Lintas untuk Anak-anak
Pada Rabu (20/05/2026), suasana berbeda terlihat di Mapolres Cirebon Kota. Puluhan anak-anak dari TKIT Imam Bondjol Kota Cirebon mengikuti kegiatan ‘Pembinaan Polisi Sahabat Anak atau Polsanak’ yang diselenggarakan oleh Satlantas Polres Cirebon Kota. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Kasat Lantas Polres Cirebon Kota, AKP Hadi Suryanto, menjelaskan bahwa program Polisi Sahabat Anak merupakan kegiatan edukasi yang bertujuan mengenalkan profesi kepolisian kepada anak-anak sekaligus menanamkan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan berbagai materi dasar mengenai keselamatan di jalan raya. Mulai dari cara aman berangkat ke sekolah, pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, hingga pengenalan rambu-rambu lalu lintas yang sering ditemui di jalan. Hal ini dilakukan agar anak-anak memiliki pemahaman dasar tentang keselamatan sejak kecil.
“Suasana pembelajaran berlangsung interaktif karena anak-anak diajak berkomunikasi langsung dengan anggota polisi sambil mengikuti penjelasan mengenai tugas kepolisian, fungsi pelayanan kepada masyarakat, serta pentingnya disiplin dan tertib saat berada di jalan raya maupun di lingkungan sekolah,” ujar Kasat Lantas.
Program Polisi Sahabat Anak juga menjadi salah satu cara membangun kedekatan emosional antara anak-anak dan polisi. Dengan demikian, anak-anak tidak merasa takut terhadap aparat kepolisian, melainkan memahami bahwa polisi hadir sebagai sahabat yang membantu menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.
“Selain memberikan edukasi lalu lintas, kegiatan tersebut juga bertujuan membentuk karakter disiplin dan kepedulian anak terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain, terutama saat berada di jalan raya bersama orang tua maupun ketika berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Melalui pendekatan edukatif dan suasana yang menyenangkan, anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap materi yang diberikan. Termasuk saat diperkenalkan berbagai simbol rambu lalu lintas dan tata cara menyeberang jalan dengan aman yang disampaikan langsung oleh anggota Satlantas Polres Cirebon Kota.
“Kegiatan edukasi keselamatan lalu lintas sejak usia dini dinilai penting karena anak-anak merupakan generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman mengenai budaya tertib berlalu lintas agar tumbuh menjadi masyarakat yang lebih disiplin dan peduli terhadap keselamatan di jalan raya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengatakan bahwa program Polisi Sahabat Anak menjadi bagian dari edukasi humanis kepolisian kepada generasi muda sejak usia dini.
“Kami mengimbau para orang tua untuk terus mendampingi dan memberikan contoh tertib berlalu lintas kepada anak-anak serta segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun informasi terkait keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Manfaat Program Polisi Sahabat Anak
-
Membentuk Karakter Disiplin
Program ini membantu anak-anak memahami pentingnya disiplin dalam berlalu lintas, baik di jalan raya maupun di lingkungan sekolah. Dengan begitu, mereka tumbuh menjadi individu yang lebih sadar akan aturan lalu lintas. -
Meningkatkan Kesadaran Keselamatan
Anak-anak diberi pemahaman dasar tentang keselamatan berlalu lintas, seperti cara menyeberang jalan yang aman dan pengenalan rambu-rambu lalu lintas. Hal ini sangat penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. -
Membangun Hubungan Baik dengan Polisi
Dengan interaksi langsung dengan anggota polisi, anak-anak tidak lagi merasa takut, tetapi memahami bahwa polisi adalah sahabat yang siap membantu masyarakat. -
Mendorong Partisipasi Orang Tua
Orang tua diajak untuk mendampingi anak-anak dalam memahami aturan lalu lintas dan menjadi contoh yang baik. Selain itu, mereka juga diimbau untuk segera menghubungi layanan polisi jika diperlukan.
Kesimpulan
Program Polisi Sahabat Anak tidak hanya memberikan edukasi keselamatan lalu lintas, tetapi juga membentuk karakter dan membangun hubungan emosional antara anak-anak dan aparat kepolisian. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, anak-anak dapat belajar tentang keselamatan berlalu lintas secara efektif dan menyenangkan.










Discussion about this post