Sejarah Baru dalam Dunia Kontes Kecantikan di Wilayah Timur Indonesia
Kota Timika kembali mencatatkan sejarah baru dalam dunia kontes kecantikan di wilayah Timur Indonesia. Untuk pertama kalinya, seleksi Miss Bintang Indonesia (MBI) untuk wilayah Papua Tengah dan Maluku diselenggarakan secara offline di Bumi Amungsa. Acara ini menjadi momen penting yang menunjukkan pergeseran dominasi dari ibu kota provinsi, berkat fasilitas publik yang lengkap dan siap menyambut peserta.
Laporan: Moh. Wahyu Welerubun _Timika
Ajang MBI 2026 tidak hanya sekadar panggung untuk memamerkan kecantikan fisik. Lebih dari itu, acara ini memiliki misi mendalam yaitu mencari sosok perempuan yang memiliki nuansa kebatinan kuat terhadap isu sosial dan kemanusiaan. Hal ini menjadi ciri khas dari penyelenggaraan kontes kali ini.
Ketua Penyelenggara dari Yayasan Santa Maria, Maria Novita Lesomar, S.ST.Par, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 14 hingga 17 Mei 2026. Dua hari pertama akan difokuskan pada pengasahan karakter melalui kelas pengembangan diri, sedangkan dua hari berikutnya merupakan babak kompetisi.
“Tahun lalu pemenangnya berasal dari Timika. Itulah alasan kuat mengapa pusat memutuskan Timika sebagai tuan rumah pertama di Papua Raya dan Maluku,” ujar Maria saat ditemui di sela kegiatan hari pertama, Kamis (14/5). Ia menambahkan bahwa acara ini bertujuan untuk menemukan bibit asli yang tidak hanya cantik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Selama ini, Maluku identik dengan suara emas, sedangkan Papua dikenal dengan ketangkasan olahraganya. Namun, Regional Director MBI Papua Tengah dan Maluku, Kinanthi Pirenaning Widiasiwi, A.Md, melihat ada sisi lain yang perlu diangkat, yaitu kepercayaan diri dan kepedulian sosial perempuan dari daerah tersebut.
“MBI lebih fokus menjunjung sisi yang tidak terlihat, yaitu kemanusiaan. Seorang finalis harus berani tampil, percaya diri, dan yang paling penting adalah memiliki jiwa sosial yang tinggi,” tutur Kinanthi.
Antusiasme peserta sangat luar biasa. Dari ratusan pendaftar, panitia mengurasi 31 finalis yang terbagi dalam empat kategori: Kids (5-8 tahun), Anak-anak (9-13 tahun), Remaja (14-18 tahun), hingga Dewasa (19-30 tahun). Mereka datang dari berbagai penjuru, termasuk Deiyai, Jayapura, bahkan ada yang rela terbang dari Bali demi mewakili identitas daerahnya.
Pemilihan lokasi di Timika didasarkan pada standar profesionalitas. Kinanthi menjelaskan bahwa MBI mensyaratkan panggung di ruang publik agar masyarakat bisa melihat langsung proses transformasi para peserta. Itulah sebabnya, babak perlombaan akan digelar di Diana Mall dan puncaknya di Hotel Horison Diana pada 17 Mei mendatang.










Discussion about this post