klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Lifestyle

Mengapa Sala Disebut Solo? Ini Penjelasan dan Sejarahnya

Redaksi by Redaksi
16 Mei 2026 - 18:43
Reading Time: 3 mins read
0
Mengapa Sala Disebut Solo? Ini Penjelasan dan Sejarahnya

Sejarah Perubahan Nama dari Sala Menjadi Solo

Nama Solo begitu melekat sebagai identitas salah satu kota budaya di Jawa Tengah. Namun, tak sedikit masyarakat yang bertanya-tanya, mengapa nama resminya Surakarta, tetapi lebih populer disebut Solo? Ternyata, ada sejarah panjang di balik perubahan nama dari Sala menjadi Solo yang berkaitan erat dengan perpindahan Kerajaan Mataram Islam dan pengaruh bangsa Eropa pada masa kolonial.

Awal Mula Kerajaan Pindah ke Desa Sala

Sejarah bermula pada masa pemerintahan Paku Buwono II. Saat itu, Kerajaan Mataram Islam tengah menghadapi konflik besar melawan Belanda. Situasi politik yang tidak stabil membuat pusat kerajaan di Kartasura mengalami kerusakan dan akhirnya diduduki Belanda. Kondisi tersebut mendorong Paku Buwono II mencari lokasi baru yang dianggap lebih aman dan strategis untuk membangun kembali pusat pemerintahan kerajaan. Pilihan kemudian jatuh pada sebuah wilayah di tepi Sungai Bengawan Solo, yakni Desa Sala. Pada tahun 1745, seluruh elemen penting kerajaan di Kartasura dipindahkan ke Desa Sala melalui prosesi besar. Dari sinilah lahir pusat pemerintahan baru yang kemudian dikenal sebagai Keraton Surakarta Hadiningrat.

Kenapa Sala Berubah Menjadi Solo?

Meski lokasi kerajaan berada di Desa Sala, lama-kelamaan masyarakat lebih akrab menyebut wilayah tersebut sebagai Solo. Perubahan penyebutan ini ternyata dipengaruhi oleh orang-orang Eropa, khususnya Belanda. Berdasarkan penjelasan yang pernah dimuat di situs resmi Dinas Pariwisata Kota Solo, orang Belanda pada masa itu mengalami kesulitan melafalkan kata “Sala” dengan huruf “a” yang kuat di akhir kata. Akibatnya, pelafalan berubah menjadi “Solo” dengan bunyi huruf “o”. Penyebutan tersebut kemudian semakin populer dan digunakan secara luas oleh masyarakat hingga sekarang.

Sala sebenarnya adalah nama desa tempat berdirinya Keraton Surakarta Hadiningrat. Dengan kata lain, Surakarta merupakan nama resmi kerajaan dan wilayah pemerintahan, sedangkan Solo atau Sala adalah nama populer yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Surakarta dan Solo, Apa Bedanya?

Hingga kini masih banyak orang menganggap Surakarta dan Solo adalah dua wilayah berbeda. Padahal, keduanya merujuk pada kota yang sama. Nama resmi kota tersebut adalah Surakarta, sedangkan Solo merupakan sebutan yang lebih akrab di masyarakat. Nama Solo sendiri berasal dari Desa Sala, lokasi awal berdirinya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Selain sebagai nama kota, Surakarta juga pernah digunakan sebagai nama eks karesidenan yang meliputi tujuh wilayah di Solo Raya, yaitu Kota Solo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri.

Berkaitan dengan Perpecahan Kerajaan Mataram

Setelah pusat kerajaan pindah ke Desa Sala, konflik internal Kerajaan Mataram ternyata belum berakhir. Kerajaan masih menghadapi perlawanan dari Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi. Perselisihan tersebut akhirnya menghasilkan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755. Isi perjanjian itu menjadi tonggak penting dalam sejarah Jawa karena membagi Kerajaan Mataram menjadi dua kekuasaan, yaitu Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat. Sejak saat itu, Kerajaan Mataram Islam resmi berakhir dan lahirlah dua pusat pemerintahan baru di Jawa.

Asal-usul Nama Sala dari Tanaman

Selain berkaitan dengan nama desa, kata Sala juga diyakini berasal dari nama tanaman yang dahulu tumbuh subur di kawasan tersebut. Beberapa sumber menyebut tanaman sala banyak ditemukan di wilayah tempat berdirinya Keraton Surakarta. Keyakinan ini bahkan diperkuat oleh penelitian terhadap sebuah pohon tua yang berada di halaman Keraton Surakarta Hadiningrat.

Solo, Kota Budaya yang Terkenal

Saat ini, Solo atau Surakarta dikenal sebagai salah satu kota budaya terpenting di Indonesia. Kota seluas 44,04 kilometer persegi itu memiliki sejarah panjang sebagai pusat kerajaan Jawa. Solo juga semakin dikenal luas sejak dipimpin Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat masih menjabat Wali Kota Solo selama dua periode.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Meski nama resminya tetap Surakarta, masyarakat Indonesia hingga dunia lebih familiar menyebut kota ini sebagai Solo, sebuah nama yang lahir dari sejarah panjang, budaya Jawa, dan pengaruh pelafalan orang Eropa pada masa kolonial.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Kapal Prince Soya Terbakar di Pelabuhan Samarinda
Lifestyle

Kapal Prince Soya Terbakar di Pelabuhan Samarinda

30 Agustus 2026 - 18:02
Ramalan zodiak cinta Sabtu 1 Agustus 2026: Sagittarius coba hal baru bersama pasangan di akhir pekan
Lifestyle

Ramalan zodiak cinta Sabtu 1 Agustus 2026: Sagittarius coba hal baru bersama pasangan di akhir pekan

25 Agustus 2026 - 23:11
Kunci gitar mudah: Chord Pemuja Rahasia Sheila On 7 yang viral di YouTube
Lifestyle

Kunci gitar mudah: Chord Pemuja Rahasia Sheila On 7 yang viral di YouTube

20 Agustus 2026 - 13:22
84 Siswa SDN 1 Tedunan Jepara Belajar di Rumah Warga, Rindu Suasana Kelas
Lifestyle

84 Siswa SDN 1 Tedunan Jepara Belajar di Rumah Warga, Rindu Suasana Kelas

18 Agustus 2026 - 11:26
Renungan Katolik Harian: Lima Roti, Kasih Tak Terbatas 2 Agustus 2026
Lifestyle

Renungan Katolik Harian: Lima Roti, Kasih Tak Terbatas 2 Agustus 2026

18 Agustus 2026 - 06:26
Panduan Perayaan Ekaristi Minggu 2 Agustus 2026 Pekan XVIII Tahun A
Lifestyle

Panduan Perayaan Ekaristi Minggu 2 Agustus 2026 Pekan XVIII Tahun A

13 Agustus 2026 - 11:35
Next Post
Hati Karen Hertatum Pecah, Dikhianati dan Diceraikan via Telepon oleh Dede Sunandar

Hati Karen Hertatum Pecah, Dikhianati dan Diceraikan via Telepon oleh Dede Sunandar

Polwan Engku Putri Atur Lalu Lintas di SDN 001 Sungai Panas Demi Keselamatan Pelajar

Polwan Engku Putri Atur Lalu Lintas di SDN 001 Sungai Panas Demi Keselamatan Pelajar

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com