Perbedaan Inflasi di Maluku Utara dan Solusi yang Diterapkan
Inflasi di Maluku Utara memiliki karakteristik yang berbeda dibanding daerah lain di Indonesia. Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menjelaskan bahwa kenaikan harga ikan tidak hanya disebabkan oleh permintaan pasar yang tinggi, tetapi juga oleh faktor cuaca ekstrem yang menghambat aktivitas nelayan.
Pada saat musim gelombang tinggi, nelayan tidak dapat melaut, sehingga aktivitas penangkapan ikan terhenti. Hal ini menyebabkan stok ikan di pasar menurun drastis dan akhirnya memicu kenaikan harga ikan. Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada inflasi daerah.
“Kalau harga ikan naik, penyebab utamanya bukan permintaan tinggi, tetapi karena nelayan tidak bisa melaut ketika ombak besar,” ujar Sherly Laos dalam pertemuan dengan para nelayan di Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate, Kamis (7/5/2026).
Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara sedang melakukan pemetaan akar masalah agar solusi yang diterapkan lebih tepat sasaran. Salah satu langkah utama adalah pembangunan dan penambahan kapasitas cold storage di sentra-sentra perikanan.
Dengan sistem tersebut, hasil tangkapan ikan saat musim baik dapat disimpan dalam jumlah besar dan dilepas kembali ke pasar ketika musim paceklik atau cuaca buruk. “Kalau stok ikan terjaga, maka harga juga bisa lebih stabil,” jelasnya.
Selain penguatan infrastruktur penyimpanan ikan, Pemprov Malut juga berupaya memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan melalui kerja sama dengan sektor perbankan. Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan mesin dan alat tangkap bagi nelayan yang lolos verifikasi penerima KUR melalui skema sharing cost modal usaha.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi nelayan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Sherly Laos menegaskan bahwa tujuan utama dari program tersebut adalah menciptakan nelayan yang mandiri dan sejahtera dengan kepemilikan kapal serta alat tangkap sendiri.
Jika produksi meningkat dan stok ikan tetap tersedia sepanjang tahun, maka stabilitas harga dapat terjaga dan inflasi daerah bisa dikendalikan. “Kalau produksi naik dan stok aman, harga akan lebih stabil. Ini akan menjadi win-win solution bagi semua pihak,” ujarnya.
Sherly Laos berharap langkah tersebut tidak hanya berdampak pada kesejahteraan nelayan, tetapi juga mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah serta melindungi daya beli masyarakat. “Nelayan sejahtera, ekonomi daerah stabil, dan masyarakat juga terlindungi. Itu tujuan yang ingin kita capai bersama,” tegasnya.
Strategi Jangka Panjang untuk Meningkatkan Stabilitas Ekonomi Daerah
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah telah merancang beberapa strategi jangka panjang. Salah satunya adalah pengembangan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan perikanan dan jalur distribusi ikan yang lebih efisien. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, nelayan dapat lebih mudah mengakses pasar dan menjual hasil tangkapan mereka tanpa mengalami kerugian akibat keterbatasan logistik.
Selain itu, pemerintah juga berencana memberikan pelatihan dan pendidikan khusus kepada nelayan tentang manajemen sumber daya laut dan teknik penangkapan yang ramah lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran nelayan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut agar produksi ikan tetap stabil dalam jangka panjang.
Pemerintah juga berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan lembaga riset dan instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memperoleh data dan informasi yang akurat mengenai kondisi perikanan dan iklim di wilayah Maluku Utara. Data ini akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam merancang kebijakan yang lebih efektif.
Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya menjaga stabilitas harga ikan. Misalnya, melalui program edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara rutin di berbagai daerah pesisir. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa keberlanjutan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
Dengan kombinasi dari berbagai strategi ini, diharapkan inflasi di Maluku Utara dapat lebih terkendali dan stabilitas ekonomi daerah dapat tercapai secara berkelanjutan.









Discussion about this post