klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Bisnis

Rekomendasi Saham MEDC Saat Harga Minyak Melonjak

Redaksi by Redaksi
9 Mei 2026 - 14:03
Reading Time: 3 mins read
0
Rekomendasi Saham MEDC Saat Harga Minyak Melonjak

.CO.ID – JAKARTA.

Prospek kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masih menjanjikan di sepanjang tahun 2026. Hal ini terjadi karena volatilitas harga minyak global yang tetap berada di atas US$ 100 per barel. Kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) serta pertumbuhan produksi menjadi penopang utama kinerja emiten energi ini pada 2026.

Perkiraan Pasar Minyak Global

Analis Bahana Sekuritas, Abdusshomad Cakra Buana, menyebutkan bahwa keseimbangan pasar minyak global diperkirakan akan semakin ketat dan berpotensi mendorong harga minyak Brent ke level US$ 85 per barel. Pengetatan ini dipicu oleh penutupan Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia. Ia memperkirakan, kelebihan pasokan minyak sebelum konflik yang berada di kisaran 2,8–3,7 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD) dapat menyusut tajam menjadi sekitar 0,9 MMBOEPD atau turun 71%–77%.

Penyempitan pasokan ini terutama disebabkan oleh penghentian produksi di kawasan Teluk yang mencapai sekitar 9,7 MMBOEPD atau setara dengan 36% dari total produksi negara-negara OPEC. Meskipun pemulihan produksi mungkin mulai terjadi pada Mei, ia memperkirakan normalisasi akan berlangsung bertahap dan baru mencapai sekitar 90%-95% dari level sebelum konflik pada kuartal IV-2026 sehingga pasokan tetap terbatas secara struktural sepanjang 2026.

Dampak Harga Minyak terhadap Pendapatan

Sementara itu, analis KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menyatakan bahwa eksposur Medco terhadap harga minyak mentah justru menjadi katalis positif di tengah tren harga yang masih relatif tinggi. Sekitar separuh lifting Medco bergantung pada pergerakan harga minyak, sehingga kenaikan ASP akan berdampak langsung terhadap pendapatan dan margin.

“Prospeknya masih positif. Kenaikan ASP akan langsung mengangkat revenue dan margin. Ditambah kontribusi dari Blok Koridor, Oman, Natuna, serta Senoro-Toili Fase 2, ini memberikan kombinasi pertumbuhan volume dan leverage harga,” ujar Wafi dalam wawancara.

Strategi Pertumbuhan Medco

Di sisi lain, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, mencermati MEDC terus menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang di sektor minyak & gas, listrik, dan pertambangan. Di segmen ketenagalistrikan, ekspansi energi terbarukan menjadi sorotan utama, termasuk pengoperasian pembangkit panas bumi (35 MW) dan PLTS Bali (25 MW), serta ekspans proyek gas-to-power ELB (dari 70 MW menjadi 109 MW).

Secara regional, MEDC juga memperluas operasional melalui operator PSC di Malaysia, dengan produksi sekitar 7 ribu barel per hari dengan tetap menjaga disiplin strategi akuisisi yang menyasar aset undervalued dengan periode pengembalian cepat sekitar 2-3 tahun dan peningkatan nilai melalui efisiensi operasional.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Belanja modal dipertahankan di kisaran US$ 400 juta-US$ 430 juta, dirinci US$ 415 juta untuk O&G dan US$ 15 juta untuk listrik, dengan fokus pada proyek berimbal hasil tinggi dan menjaga disiplin keuangan,” ujar Rizal dalam riset 10 April 2026.

Faktor Positif yang Mendorong Kinerja

Wafi melihat beberapa faktor positif yang dapat menopang kinerja MEDC. Pertama, harga minyak yang masih berada pada level tinggi. Kedua, peningkatan produksi dari aset yang sudah beroperasi maupun pengembangan lapangan baru. Ketiga, potensi efisiensi biaya serta perbaikan struktur keuangan melalui deleveraging.

Melihat rekam jejak Medco yang mengandalkan akuisisi untuk mendorong pertumbuhan lifting, Abdusshomad pun menilai MEDC memiliki kapasitas untuk kembali melakukan ekspansi pada 2027/2028. Berdasarkan uji sensitivitas dengan asumsi aset setara Blok Corridor, harga Brent siklus menengah US$ 65 per barel, serta struktur pembiayaan 60% utang dan 40% kas, Medco diperkirakan mampu menyerap akuisisi hingga US$ 1,15 miliar – US$ 1,25 miliar tanpa melampaui batas leverage.

Selain itu, likuiditas tambahan dapat diperoleh jika Medco melepas sebagian kepemilikan di AMMN. “Kami memperkirakan setiap penjualan 1% saham AMMN dapat menghasilkan dana sekitar US$ 192 juta,” tambah Abdusshomad.

Target Produksi dan Proyeksi Keuangan

Untuk 2026, manajemen menargetkan produksi minyak & gas di kisaran 165-170 MMBOEPD serta penjualan listrik sekitar 4.500 GWh. Rizal menyebut target ini berpotensi menjadi rekor baru, didukung kontribusi penuh Corridor peningkatan produksi Senoro, serta program pengeboran lanjutan di Oman dan Suban.

MEDC Chart

by TradingView

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Namun demikian, investor juga perlu mencermati sejumlah risiko. Wafi menilai volatilitas harga minyak global masih menjadi tantangan utama, yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan kebijakan OPEC. Selain itu, risiko transisi energi dalam jangka panjang serta potensi kenaikan biaya operasional juga dapat menekan kinerja perusahaan.

Menilik laporan keuangan, MEDC membukukan laba bersih senilai US$ 67,38 juta pada kuartal I-2026. Perolehan tersebut melonjak 282,34% yoy dibandingkan US$ 17,62 juta pada periode yang sama 2025. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang naik sekitar 19% menjadi US$ 668,3 juta, dari US$ 560,4 juta.

Rizal memproyeksi, kinerja keuangan MEDC tahun ini naik. Dari sisi profitabilitas, laba bersih MEDC diperkirakan melonjak tajam 300% yoy menjadi US$ 404 juta pada 2026, dibandingkan US$ 101 juta pada 2025. Pendapatan MEDC pada 2026 diperkirakan mencapai US$ 2,73 miliar, meningkat 13,7% yoy dari realisasi 2025 yang sebesar US$ 2,39 miliar.

Dengan berbagai faktor tersebut, Wafi merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga di level Rp 2.000 per saham. Kemudian Rizal dan Abdusshomad juga sama-sama memberi rekomendasi buy saham MEDC dengan target masing-masing Rp 2.000 dan Rp 2.200 per saham.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Pegadaian Rilis Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 per 19 Oktober 2026, Ini Rinciannya
Bisnis

Pegadaian Rilis Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 per 19 Oktober 2026, Ini Rinciannya

19 Oktober 2026 - 10:14
Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 19 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,611 Juta
Bisnis

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 19 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,611 Juta

19 Oktober 2026 - 09:20
OJK Tegaskan Denda Rp2,1 Triliun untuk Pihak Terkait DSSA, BREN, dan CUAN Hasil Pemeriksaan Panjang
Bisnis

OJK Tegaskan Denda Rp2,1 Triliun untuk Pihak Terkait DSSA, BREN, dan CUAN Hasil Pemeriksaan Panjang

19 Oktober 2026 - 09:20
Asing Tinggalkan Saham Bank Jumbo, BBCA Catat Net Sell Terbesar di 2026
Bisnis

Asing Tinggalkan Saham Bank Jumbo, BBCA Catat Net Sell Terbesar di 2026

18 Oktober 2026 - 22:44
BBCA Terkoreksi Tajam Usai Sentimen MSCI, BCA Tegaskan Fokus pada Fundamental
Bisnis

BBCA Terkoreksi Tajam Usai Sentimen MSCI, BCA Tegaskan Fokus pada Fundamental

18 Oktober 2026 - 13:54
Investor Ritel Diminta Menahan Diri Saat IHSG Tertekan Sentimen MSCI
Bisnis

Investor Ritel Diminta Menahan Diri Saat IHSG Tertekan Sentimen MSCI

17 Oktober 2026 - 01:41
Next Post
Penurunan 42% Klaim Jasindo Syariah pada Februari 2026, Ini Penyebabnya

Penurunan 42% Klaim Jasindo Syariah pada Februari 2026, Ini Penyebabnya

Kisah Pedagang Pisang di Kota Tua Gorontalo yang Bertahan 20 Tahun

Kisah Pedagang Pisang di Kota Tua Gorontalo yang Bertahan 20 Tahun

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com