Kabupaten Karanganyar Siapkan Tambahan Kuota Haji 2026
Kabupaten Karanganyar menghadapi berbagai tantangan dalam persiapan keberangkatan haji tahun 2026. Meski ada satu calon haji yang harus menunda keberangkatannya karena sakit, kabupaten ini justru mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak empat orang. Penambahan ini dipastikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Karanganyar, Sofyan Hadi.
Penambahan Kuota untuk Kloter 81
Sofyan menjelaskan bahwa tambahan empat slot tersebut akan ditempatkan di Kloter 81. Dengan penambahan ini, total calon haji asal Karanganyar yang berangkat tahun ini mencapai 395 orang. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Kloter 58: 312 jemaah
- Kloter 59: 273 jemaah
- Kloter 60: 1 jemaah
- Kloter 65: 5 jemaah
- Kloter 81: 4 jemaah tambahan
Selain itu, keberangkatan jemaah di Kloter 81, 60, dan 65 akan dilakukan secara terpisah melalui Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Karanganyar.
Banyak Jemaah Menunda Keberangkatan
Tidak hanya di Karanganyar, puluhan jemaah calon haji (JCH) asal Embarkasi Solo juga dipastikan batal berangkat pada musim haji tahun 2026. Penundaan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor kesehatan yang tidak memungkinkan jemaah untuk melakukan perjalanan jauh ke Tanah Suci.
Hingga Rabu (6/5/2026), tercatat sebanyak 35 jemaah harus menunda keberangkatan ke Tanah Suci. Selain itu, tiga orang pendamping dari jemaah yang dinyatakan tidak layak terbang juga memilih untuk ikut menunda keberangkatan.
Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi faktor utama penundaan keberangkatan para jemaah tersebut. Ia menyebutkan bahwa saat ini terdapat empat jemaah yang sedang sakit di Embarkasi Solo.
- Dua jemaah dirujuk ke RS Moewardi
- Satu jemaah dirujuk ke RSUP Surakarta
- Satu lainnya masih dalam observasi di poliklinik embarkasi

Kondisi Jemaah di Arab Saudi
Di luar negeri, kondisi jemaah di Arab Saudi juga menjadi perhatian. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 31 jemaah tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Madinah. Sebagian besar dari mereka mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan serta belum mampu beradaptasi dengan suhu udara di Arab Saudi yang cukup ekstrem.
Secara rinci, sebanyak:
- 18 jemaah dirawat di Saudi German Hospital Madinah
- 1 jemaah di Al-Zahraa Hospital Madinah
- 10 jemaah di King Fahd Hospital Madinah
- 2 jemaah lainnya dirawat di Mouwasat Hospital Madinah
Beberapa jemaah mengalami sesak napas, serta memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi dan diabetes. PPIH Embarkasi Solo juga melaporkan adanya dua jemaah yang meninggal dunia. Keduanya berasal dari kloter 3 dan kloter 12.
Jemaah Diturunkan di Bandara Kualanamu
Wakil Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, mengungkapkan bahwa terdapat delapan jemaah yang sempat diturunkan di Bandara Kualanamu, Medan. Mereka terdiri dari:
- 4 jemaah dari kloter 3
- 2 jemaah dari kloter 27
- 2 jemaah dari kloter 37
Mayoritas jemaah yang diturunkan tersebut mengalami gangguan kesehatan akibat penerbangan jarak jauh. Beberapa jemaah mengalami sesak napas setelah pesawat mendarat di Bandara Kualanamu.
Empat jemaah dari kloter 3 sebelumnya berangkat menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026) pukul 18.53 WIB. Dari total delapan jemaah yang diturunkan, dua di antaranya hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit di sekitar Embarkasi Medan.
Dari enam jemaah yang telah kembali tersebut, sebagian sudah kembali diberangkatkan ke Tanah Suci setelah dinyatakan pulih dan layak terbang. Namun, beberapa jemaah lainnya masih harus menunggu ketersediaan kursi penerbangan berikutnya.
Aspek Kesehatan Menjadi Faktor Krusial
Kondisi ini menunjukkan bahwa aspek kesehatan menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan ibadah haji. Pemeriksaan dan pemantauan kesehatan secara ketat terus dilakukan guna memastikan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar, baik saat keberangkatan, selama di Tanah Suci, hingga kembali ke tanah air.









Discussion about this post