Tanggapan Kepala Staf Kepresidenan terhadap Tuduhan Rizieq Shihab
Seiring dengan beredarnya berbagai isu di media sosial, tanggapan dari Jenderal Purnawirawan TNI Dudung Abdurachman, yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, mengenai tudingan Rizieq Shihab terkait “pembisik” Presiden Prabowo Subianto mulai menarik perhatian publik.
Rizieq Shihab, yang sebelumnya pernah mendekam di penjara, menyampaikan kritik terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa para pengkritiknya harus “kabur ke Yaman”. Ia menilai bahwa pernyataan tersebut tidak biasa dan mungkin didasari oleh adanya pihak tertentu yang memengaruhi.
Menurut Rizieq, pernyataan Presiden Prabowo itu disebabkan oleh adanya “Jenderal baliho” yang kini menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan di Kabinet Merah Putih. Jabatan tersebut sebelumnya diemban oleh Dudung sebelum ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Dudung sendiri merespons pernyataan Rizieq dengan menyatakan bahwa tidak ada yang dapat dipercaya dari ucapan Rizieq. Ia menyarankan agar pernyataan Rizieq tidak dihiraukan.
“Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya,” ujar Dudung pada Senin (4/5/2026).
Rizieq juga menyampaikan keheranannya terhadap pernyataan Presiden Prabowo yang secara spesifik menyebutkan negara Yaman. Menurutnya, sebelumnya Prabowo hanya menyebutkan bahwa mereka yang kontra dengan pemerintah harus pergi ke luar negeri.
“Gara-gara apa tu itu? punya teman jelek Saudara. 1 tahun setengah presiden kita enggak pernah ngomong begitu, kenapa hari ini dia mengatakan begitu?” kata Rizieq.
Ia juga mengungkapkan dugaannya bahwa pernyataan Prabowo tersebut muncul karena adanya pengaruh dari “Jenderal baliho”.
“Eh ternyata ada sebabnya lagi ada Jenderal Baliho yang udah lama enggak dipakai Saudara udah diparkir eh tahu-tahu kemarin dipanggil ke Istana, diangkat menjadi penasihat presiden bidang pertahanan nasional, dilantik lagi Saudara,” katanya.
Pada masa lalu, saat Dudung masih menjabat Pangdam Jaya, ia pernah bersikap tegas dengan memerintahkan pencopotan baliho Rizieq Shihab pada akhir 2020. Dudung membantu Satpol PP DKI menurunkan baliho FPI karena organisasi tersebut telah dibubarkan, meskipun menghadapi resistensi.
Tren Kabur Aja Dulu
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali menyampaikan pendapatnya mengenai tren “kabur aja dulu” yang sering disampaikan oleh pihak-pihak tertentu. Ia mempersilakan mereka yang ingin meninggalkan Indonesia jika memang menjadi keinginan mereka.
Prabowo menegaskan bahwa masa depan Indonesia cerah dan tidak ada anggapan bahwa Indonesia gelap. Ia menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang aman di dunia.
“Matanya buram Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur aja. Kok kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman ya? Silakan. Mau kabur ke mana?” ucap Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan intelektual, untuk lebih objektif dalam melihat kondisi global dengan membaca dan memahami perkembangan dunia.









Discussion about this post