Aksi Demonstrasi Jurnalis Sulawesi Tengah untuk Memperingati Hari Kebebasan Pers
Koalisi Roemah Jurnalis Sulawesi Tengah menggelar aksi demonstrasi di Tugu Nol Kilometer, Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, pada hari Minggu (3/5/2026) sore. Aksi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia sekaligus merespons momentum Hari Buruh.
Massa aksi yang terdiri dari sekitar 50 wartawan mulai memadati lokasi pada pukul 15.30 WITA. Selain jurnalis, sejumlah aktivis sosial dan koalisi masyarakat sipil turut bergabung dalam barisan solidaritas tersebut. Mereka membawa tuntutan terkait masih banyaknya tekanan yang mengancam ruang-ruang liputan di Sulawesi Tengah.
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Muhajir, Pemimpin Redaksi media KabarSulteng.id. Dalam orasinya, pria yang akrab disapa Ajir ini menyoroti berbagai persoalan pelik yang dihadapi jurnalis di Kota Palu. “Kerja-kerja jurnalistik di Kota Palu saat ini masih banyak mengalami persoalan besar,” tegas Ajir.
Ia menjelaskan hambatan tersebut mulai dari pembatasan saat liputan hingga intimidasi pascapemberitaan fakta. Ajir juga menyinggung adanya tekanan yang memaksa jurnalis melakukan swasensor terhadap karya foto maupun teks. “Hingga penekanan swasensor yang sampai saat ini masih kita alami di Kota Palu,” katanya.
Selain intimidasi, koalisi menyoroti serangan buzzer di Instagram terhadap media Lengaru.id terkait pemberitaan Gubernur Sulteng, Anwar Hafid. Massa menilai serangan digital tersebut merupakan upaya sistematis untuk membungkam kritik dan merusak independensi media.
Melalui aksi ini, koalisi mendesak negara untuk konsisten menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers demi menjamin keamanan jurnalis. Berikut beberapa isu utama yang disampaikan oleh para peserta aksi:
- Pembatasan Ruang Liputan: Banyak jurnalis mengeluhkan adanya pembatasan akses saat meliput suatu peristiwa, baik secara fisik maupun administratif.
- Intimidasi dan Ancaman: Beberapa jurnalis mengaku mengalami ancaman atau intimidasi setelah meliput suatu isu tertentu.
- Swasensor: Tekanan untuk melakukan swasensor terhadap karya jurnalistik masih menjadi tantangan yang dihadapi oleh banyak rekan-rekan media.
- Serangan Digital: Media-media lokal seperti Lengaru.id sering kali menjadi sasaran serangan buzzer di media sosial, terutama ketika memberitakan isu-isu yang bersifat kritis.
Aksi ini juga menjadi momen penting bagi komunitas jurnalis untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada pihak berwenang. Dengan adanya demonstrasi ini, diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan perlindungan terhadap profesi jurnalis di wilayah Sulawesi Tengah.










Discussion about this post