Pengamanan Demo Nelayan Pati dengan Pendekatan Humanis
Pengamanan demo nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilakukan dengan jumlah personel yang cukup besar. Sebanyak 1.456 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi unjuk rasa para nelayan pada Senin (4/5/2026). Aksi ini digelar di depan Pendopo Kabupaten Pati dan dianggap sebagai bentuk penyampaian aspirasi penting dari masyarakat.
Kapolres Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan bahwa komitmen pengamanan berbasis pelayanan publik menjadi prioritas utama. Tujuannya adalah memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi tetap terlindungi. Dalam hal ini, pihak kepolisian berkomitmen untuk menjaga suasana damai selama proses pengamanan berlangsung.
Personel pengamanan tidak diperkenankan membawa senjata api atau tongkat selama proses demo berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menghindari ketegangan dan memastikan interaksi antara petugas dan massa berjalan secara persuasif. Jaka menekankan bahwa tugas utama anggota adalah memberikan rasa aman dan mendukung penyampaian pesan dari para nelayan secara damai.
Tuntutan yang diajukan oleh nelayan meliputi beberapa isu krusial terkait kebijakan pemerintah pusat di sektor perikanan. Salah satunya adalah harapan akan penetapan harga BBM Industri yang lebih berpihak pada nelayan. Selain itu, mereka juga mengharapkan adanya kebijakan makro yang dapat mendukung kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
Komposisi Personel Pengamanan
Komposisi personel pengamanan terdiri dari berbagai unsur. Total ada 1.456 personel yang diterjunkan, terdiri atas 1.040 personel internal Polresta Pati, didukung oleh 244 personel BKO dari jajaran Polda Jawa Tengah. Untuk memperkuat pengamanan terpadu, sebanyak 172 personel tambahan turut dilibatkan yang berasal dari unsur TNI, Subdenpom, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga petugas pemadam kebakaran.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menambahkan bahwa seluruh personel telah mendapatkan instruksi untuk bekerja secara profesional dan terukur sesuai dengan standar operasional prosedur. Pengamanan yang berlapis namun humanis ini diharapkan mampu menjaga stabilitas situasi di Kabupaten Pati sehingga aktivitas masyarakat lain tidak terganggu.
Pendekatan Persuasif dan Sinergi Lintas Instansi
Guna menghindari ketegangan saat demo nelayan, Kapolresta memerintahkan seluruh personel mengedepankan sikap persuasif dengan menerapkan prinsip senyum, sapa, dan salam dalam setiap interaksi. Ia secara tegas melarang penggunaan senjata api maupun tongkat selama proses pengawalan berlangsung.
Jaka berpendapat bahwa kehadiran polisi di tengah massa adalah untuk melayani dan merangkul, bukan untuk memicu ketakutan atau bertindak represif. Selain itu, tim negosiator diperkuat dengan melibatkan personel dari berbagai satuan dan BKO Polda guna memastikan komunikasi dua arah dengan massa berjalan efektif.
Melalui sinergi lintas instansi dan deteksi dini terhadap potensi penyusupan pihak yang tidak bertanggung jawab, kepolisian optimis aksi unjuk rasa ini akan berakhir dengan tertib tanpa insiden yang merugikan.









Discussion about this post