Film “Keluarga Suami Adalah Hama” Dapat Sambutan Hangat dari Penonton
Film terbaru yang berjudul “Keluarga Suami Adalah Hama” mendapatkan sambutan hangat dari para penonton di CGV Bandung. Antusiasme ini terutama disebabkan oleh kehadiran Omar Daniel dan Sitha Marino yang menyapa langsung setelah tayangan selesai.
Film yang diproduksi oleh VMS Studio dan Umbara Brothers ini akan dirilis pada 21 Mei 2026. Pemain utamanya meliputi Omar Daniel, Raihaanun, Meriam Bellina, dan Sitha Marino. Setiap pemain memiliki peran penting dalam menghidupkan cerita yang menarik dan penuh emosi.
Omar Daniel memerankan karakter Damar, sosok suami yang terjebak dalam posisi “sandwich generation”. Damar menghadapi tekanan antara tanggung jawab sebagai anak dan suami. Proses produksi film ini tidak mudah, karena membutuhkan persiapan yang matang baik secara teknis maupun emosional.
“Proses syutingnya kurang lebih 20 sampai 22 hari, tapi kalau ditambah workshop hampir dua bulan. Lokasinya semua di Jabodetabek,” ujar Omar saat ditemui di CGV Kings Shopping Center, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh adegan dalam film ini menuntut ledakan emosi yang tinggi. Dialog panjang, konflik fisik seperti adegan tamparan, hingga pengaturan teknis seperti blocking dan sudut kamera, membuat setiap adegan harus dipersiapkan dengan sangat detail. Semua adegan pasti enggak ada yang mudah. Apalagi ini filmnya emosional banget, jadi semuanya punya tingkat kesulitan masing-masing,” kata Omar.
Damar juga harus menjaga perasaan istrinya, Intan (Raihaanun), yang ikut terdampak kondisi tersebut. Tekanan ini membuat Damar berada di persimpangan sulit antara tanggung jawab sebagai anak dan sebagai suami. Untuk mendalami karakter ini, Omar tidak hanya mengandalkan imajinasi, tetapi juga riset dan pengamatan terhadap lingkungan sekitar.
“Kita nggak perlu mengalami langsung untuk tahu rasanya. Aku banyak riset, nanya ke orang-orang yang pernah ada di posisi itu. Kebetulan juga aku punya kakak-kakak yang sudah menikah, jadi problematika rumah tangga itu bukan hal asing,” ungkapnya.
Ia juga menilai fenomena sandwich generation kini semakin umum terjadi di kalangan anak muda. “Hampir semua orang pernah ada di fase itu. Tuntutan untuk sukses, jadi tulang punggung keluarga, itu sekarang kayak sudah jadi hal yang wajar,” tambahnya.
Sementara itu, Sitha Marino yang memerankan Bella melihat film ini sebagai ruang untuk menyuarakan perasaan yang sering kali dipendam, terutama oleh generasi muda. “Karakter Bella ini beda banget dari yang pernah aku mainkan sebelumnya. Biasanya aku dapat karakter yang ringan atau dibully, tapi di sini lebih kompleks. Itu yang bikin aku tertarik,” ujar Sitha.
Ia juga menyoroti relevansi tema film ini dengan kondisi sosial saat ini. Menurutnya, banyak orang yang sebenarnya mengalami tekanan serupa, tetapi belum sepenuhnya menyadari atau bahkan masih menyangkalnya. “Isu ini urgent banget, tapi banyak yang masih denial. Lewat film ini, aku berharap orang bisa merasa, ‘oh, ternyata apa yang aku rasakan itu valid’,” kata Sitha.
Film ini merupakan adaptasi dari karya pendek milik Aditya Santana yang sempat viral dan ditonton lebih dari 100 juta kali di platform Noice. Versi layar lebarnya hadir dengan pengembangan cerita yang lebih mendalam, menggali konflik serta lapisan emosi yang sebelumnya belum sempat dieksplorasi.










Discussion about this post