Peringatan BMKG Mengenai Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di Wilayah Papua Barat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Rendani Manokwari mengeluarkan peringatan mengenai potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan di Papua Barat. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang mungkin berdampak pada kegiatan sehari-hari, khususnya di daerah pesisir.
Gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter diperkirakan akan terjadi di perairan Teluk Berau, Kabupaten Fakfak, serta Kaimana. Peringatan ini disampaikan oleh Forecaster Iklim BMKG Papua Barat, Femmy Marsitha, yang menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap ancaman cuaca ekstrem. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya atau hoaks yang beredar di media sosial.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai kecepatan angin yang melebihi 15 knot di seluruh wilayah perairan Papua Barat. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas nelayan maupun pengguna transportasi laut lainnya.
BMKG juga memberikan rekomendasi keselamatan untuk berbagai moda transportasi laut berdasarkan kondisi cuaca yang diperkirakan:
-
Perahu nelayan
Dilarang beroperasi jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. -
Kapal tongkang
Tidak disarankan berlayar jika kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. -
Kapal ferry
Dianjurkan untuk tidak berlayar ketika kecepatan angin melebihi 25 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. -
Kapal ukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar
Dihindari berlayar jika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter.
Selain situasi gelombang dan angin, BMKG juga menjelaskan kondisi sinoptik di wilayah tersebut. Secara umum, cuaca di Papua Barat cenderung berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada siang hari, sore, dan malam hari.
Pola angin di Samudera Pasifik Utara Papua Barat, perairan utara Manokwari, perairan timur Manokwari, dan perairan Teluk Cenderawasih bagian barat bertiup dari arah timur hingga selatan. Sementara itu, di perairan Teluk Bintuni, perairan utara Fakfak, perairan selatan Fakfak, dan perairan Kaimana, angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat daya.
Kecepatan angin di seluruh wilayah perairan berkisar antara 3 hingga 25 knots. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca masih relatif stabil, namun tetap perlu dipantau secara terus-menerus.
Untuk memastikan keselamatan dan kesiapan masyarakat, BMKG mengimbau agar masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG atau media massa. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil tindakan yang tepat sesuai dengan ancaman cuaca yang muncul.










Discussion about this post