Jabodetabek, Bogor – Prakiraan cuaca untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa, 7 April 2026 hingga Rabu, 8 April 2026 pagi menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa daerah. Masyarakat diminta untuk lebih waspada terhadap kemungkinan hujan yang disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Pada hari Selasa pagi, kondisi cuaca secara umum cerah berawan hingga berawan tebal. Memasuki siang hari, hujan ringan hingga sedang diprediksi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bogor. Pada siang hingga sore hari, cuaca cenderung berawan hingga berawan tebal. Hujan ringan hingga sedang juga diperkirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek, termasuk Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Sementara itu, pada malam hari, cuaca tetap dalam kondisi berawan hingga berawan tebal. Hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Seribu, Kabupaten dan Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten dan Kota Bekasi.
Di sisi lain, pada Rabu dini hari, kondisi cuaca umumnya berawan hingga berawan tebal. Hujan ringan diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Seribu dan Kabupaten Tangerang.
Dari segi suhu udara, wilayah Kota dan Kabupaten Bogor diprakirakan memiliki suhu berkisar antara 20 hingga 30 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah lainnya di Jabodetabek memiliki suhu udara antara 24 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berada pada rentang 62 hingga 96 persen. Angin permukaan bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan antara 5 hingga 30 kilometer per jam.
Berdasarkan informasi peringatan dini, masyarakat di Jabodetabek diimbau untuk mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang yang berpotensi terjadi pada siang hingga dini hari. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi secara lokal dengan durasi relatif singkat.
Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini serta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada periode waktu dengan potensi cuaca ekstrem. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan saja.










Discussion about this post