Fakultas Kedokteran Unair Perkuat Kolaborasi Internasional dengan Adelaide University
Surabaya – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) kembali memperluas jaringan akademik internasional melalui kolaborasi riset dan kuliah tamu bersama School of Public Health, Adelaide University, Australia. Kegiatan ini berlangsung di Aula FK Unair pada Selasa (19/5), yang dihadiri oleh sejumlah tokoh akademis dan perwakilan dari berbagai instansi terkait.
Salah satu pembicara utama dalam acara tersebut adalah Prof Mohammad Afzal Mahmood, seorang ahli kesehatan masyarakat dari Adelaide University. Dalam sesi kuliah tamu, ia membahas sistem pelayanan kesehatan kebidanan di Indonesia, khususnya mengenai peran tenaga kesehatan di berbagai level layanan kesehatan. Topik ini menjadi fokus utama karena pentingnya koordinasi antar-stakeholder dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
Dekan FK Unair, Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE, menjelaskan bahwa penguatan kolaborasi internasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas riset dan pendidikan kedokteran. Ia menilai kerja sama ini akan memberikan dampak positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang kesehatan.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti Direktur RS Universitas Airlangga, Dr dr M Ardian Cahya Laksana, Sp.OG., Subsp. Obginsos., M.Kes., serta Dr dr Budi Prasetyo, Sp.OG., Subsp. Obginsos, yang bertindak sebagai PIC riset obginsos. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufidah, yang menunjukkan komitmen lintas sektor dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Fokus pada Riset Kesehatan Ibu dan Anak
Selama forum diskusi, FK Unair dan Adelaide University membahas berbagai isu terkait kesehatan ibu dan anak, termasuk isu lingkungan global. Salah satu fokus utama ialah penelitian mengenai dampak paparan mikroplastik dan nanoplastik terhadap kesehatan ibu dan bayi, khususnya selama masa kehamilan dan persalinan.
Riset ini akan meneliti sumber paparan lingkungan hingga dampaknya terhadap kesehatan maternal dan neonatal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana polusi lingkungan memengaruhi kesehatan ibu dan anak, serta memberikan rekomendasi untuk mitigasi risiko tersebut.
Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi dan sistem kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini menjadi penting mengingat perubahan iklim semakin memengaruhi ketersediaan sumber daya dan kondisi lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Pentingnya Koordinasi Tenaga Kesehatan
Prof Afzal menekankan bahwa keberhasilan penurunan angka kematian ibu dan bayi sangat bergantung pada efektivitas tenaga kesehatan di semua level layanan. Menurutnya, keterlibatan aktif dan sinkronisasi peran antara bidan, dokter umum, hingga dokter spesialis obstetri dan ginekologi di semua level fasilitas kesehatan menjadi penentu utama kualitas luaran klinis yang diterima oleh ibu dan anak.
Dia juga menyoroti pentingnya komunikasi antar-tenaga kesehatan guna mencegah keterlambatan penanganan dan meminimalkan kesalahan medis. Dengan adanya koordinasi yang baik, harapannya adalah terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan aman bagi pasien.









Discussion about this post