TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang kembali menggelar Lomba Bertutur tingkat SD/MI 2026 untuk memperkuat budaya literasi dan melatih siswa berbicara di depan umum.
Lomba yang didanai DAK Non Fisik Perpustakaan Nasional RI ini akan diikuti sekitar 100 siswa kelas 4 dan 5 SD-MI se-Kota Tanjungpinang. Kegiatan dijadwalkan berlangsung empat hari mulai 19 Mei 2026.
Persiapan dibahas dalam rapat dan sosialisasi di kantor DPK, Selasa 28/4/2026.
Kepala DPK Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menyebut lomba ini sudah memasuki tahun kedua.
Program ini jadi upaya pemerintah menumbuhkan minat baca sejak sekolah dasar.
Meski materi lomba tidak banyak berubah, peserta yang berganti tiap tahun memberi ruang belajar baru.
Siswa dilatih memahami isi cerita lalu menyampaikannya kembali dengan gaya sendiri.
“Kami terus berupaya meningkatkan minat baca, terutama pelajar. Anak-anak juga dilatih agar percaya diri, terbiasa membaca, dan berani tampil di depan umum,” kata Meitya.
Lomba juga menanamkan pesan moral lewat cerita rakyat sekaligus mengenalkan budaya daerah ke generasi muda.
Bukan sekadar kompetisi, kegiatan ini jadi sarana pembentukan karakter.
“Semoga peserta tahun ini tampil terbaik sehingga berpeluang mewakili Tanjungpinang ke tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Sekretaris DPK, Sugiarto, mengatakan sosialisasi digelar agar sekolah bisa menyiapkan siswa sejak awal.
Guru pembimbing perlu memahami teknis pelaksanaan dan mekanisme penilaian dewan juri.
Penilaian mencakup cara bercerita, ekspresi, intonasi suara, dan kelancaran saat tampil.
“Yang dipersiapkan bagaimana anak-anak bisa bercerita dengan baik dan percaya diri di depan umum,” katanya.
Beberapa judul cerita yang akan digunakan antara lain Badang Sandim Sani dan Batu Ampar, Selat Nasi di Pulau Subi, Raja Haji dan Perang Riau, Asal Usul Kota Tanjungpinang, hingga Asal Usul Pulau Bintan.
Rapat dihadiri Kabid Pengembangan dan Perawatan Perpustakaan Rosi Aryani, narasumber Rendra Setyadiharja, Amrie Poerbha Yogya Sayektie, Afitri Susanti, serta guru pendamping SD/MI.***










Discussion about this post