TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang melatih petugas layanan menggunakan bahasa isyarat Bisindo agar pengunjung berkebutuhan khusus mendapat akses pelayanan lebih luas.
Program ini dijalankan lewat kerja sama dengan SLB Mutiara Tanjungpinang.Pelatihan digelar di ruang audio visual kantor DPK, Selasa 28/4/2026.
Tiga pengajar dari SLB Mutiara membekali petugas dengan dasar komunikasi isyarat, mulai dari pengenalan huruf hingga simulasi pelayanan langsung.
Kepala DPK Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, menyebut kemampuan bahasa isyarat penting agar petugas bisa berkomunikasi tanpa harus bergantung pada pendamping.
“Tanpa memahami bahasa isyarat, pelayanan terhadap kebutuhan khusus tidak dapat berjalan optimal. Ke depan kerja sama dengan sekolah akan terus dilakukan,” katanya.
Selama ini sebagian pengunjung berkebutuhan khusus datang bersama pendamping karena keterbatasan komunikasi di perpustakaan. Kondisi itu mendorong DPK memperkuat layanan yang lebih inklusif.
“Ini penting untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mendorong literasi bagi masyarakat, termasuk yang berkebutuhan khusus,” tambah Meitya.
Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan, Sony Andriana Kusuma, menjelaskan pelatihan ini bagian dari penguatan layanan.
Materi mencakup pengenalan huruf sampai praktik komunikasi saat melayani pengunjung.
“Alhamdulillah saat praktik, materi dapat dipahami petugas. Dalam pelayanan kita harus adil,” ujarnya.
DPK berharap langkah ini membuat layanan perpustakaan semakin inklusif dan mudah diakses semua pengunjung.***










Discussion about this post