TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hybrid, Senin (27/4/2026).
Rakor diikuti dari Ruang Rapat Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kantor Wali Kota dan dipimpin langsung Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.
Hadir dalam rakor tersebut Kepala Bidang Stabilisasi Harga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, Riyanto, mewakili Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Elfiani Sandri, bersama perwakilan instansi terkait.
Rakor membahas langkah konkret menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta dampak kenaikan biaya operasional, termasuk distribusi barang yang dipengaruhi harga BBM.
Tomsi Tohir menegaskan pemda harus fokus pada solusi nyata di lapangan, bukan penjelasan normatif.
“Kenaikan harga BBM berdampak langsung pada biaya distribusi dan memengaruhi harga kebutuhan pokok di seluruh Indonesia. Yang dibutuhkan saat ini adalah langkah konkret,” tegas Tomsi. Ia meminta pemda memastikan ketersediaan pasokan, rutin pantau harga, dan optimalkan intervensi pasar.
Menindaklanjuti arahan itu, Riyanto menyebut Pemko Tanjungpinang terus memantau pergerakan harga komoditas strategis di pasar tradisional dan pusat distribusi.
Faktor distribusi menjadi pemicu utama kenaikan harga, terutama komoditas dari luar daerah.
“Karena itu, kami fokus pada pengendalian pasokan dan intervensi harga agar tidak terjadi lonjakan yang memberatkan masyarakat,” ujar Riyanto.
Dalam waktu dekat, Pemko Tanjungpinang akan menggelar operasi pasar dan pasar murah secara terkoordinasi, memperkuat koordinasi dengan distributor, melakukan pemantauan harga harian untuk intervensi cepat, serta meningkatkan sinergi lintas perangkat daerah.
Pemko Tanjungpinang menegaskan komitmen menindaklanjuti hasil rakor ini guna menjaga stabilitas harga, menekan laju inflasi daerah, dan melindungi daya beli masyarakat.***










Discussion about this post