TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mematangkan persiapan eksekusi program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 guna menata kawasan pesisir sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan, Sabtu (19/9/2026).
Berdasarkan dokumen Blueprint Eksekusi Program KNMP Kota Tanjungpinang Tahun 2026, Pemko Tanjungpinang menetapkan lima lokasi sasaran penataan kawasan, meliputi Kampung Bugis, Tanjung Sebauk, Tanjung Siambang, Pulau Penyengat, dan Kampung Kolam.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang Robert Lukman memaparkan bahwa kelima titik tersebut dipetakan secara mendalam berdasarkan karakteristik kawasan, jumlah nelayan, kebutuhan sarana fisik, serta kesiapan legalitas lahan.
Sebagai evolusi dari konsep Kampung Nelayan Maju dan Modern, KNMP bakal dilengkapi infrastruktur terintegrasi dari hulu ke hilir, seperti dermaga tambatan perahu, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es, cold storage, sentra pengolahan hasil laut, hingga penyediaan jaringan air bersih.
Ekosistem ini dikuatkan oleh kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai agregator pemasaran hasil tangkapan.
Pematangan rancangan ini diselenggarakan guna membangun sinergi lintas sektoral bersama Pemprov Kepri dan KKP RI dalam mewujudkan kawasan pesisir yang tertata, produktif, dan berkelanjutan.
Pengembangan lima titik KNMP yang terintegrasi ini diproyeksikan mampu memotong rantai tengkulak, mendongkrak nilai tambah produk olahan laut, serta memperkuat ketahanan ekonomi warga pesisir Tanjungpinang.
“Kita ingin Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi pembangunan fisik kawasan semata, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Sarana yang dibangun harus mampu mendukung seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dari proses menangkap, mengolah, hingga memasarkan hasil perikanan. Pemko Tanjungpinang memperkuat koordinasi dengan Pemprov Kepri dan KKP agar kesiapan lahan, infrastruktur, hingga kelembagaan koperasi dapat terpenuhi secara terpadu demi menjadikan nelayan sebagai aktor utama ekonomi pesisir.” ujar Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah.
Pemko Tanjungpinang berkomitmen melanjutkan koordinasi teknis penyiapan lahan di lima titik tersebut.
Penataan kelembagaan koperasi nelayan ditargetkan rampung bersamaan dengan tahap awal pembangunan fisik. (din)










Discussion about this post