TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang memastikan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar subsidi serta pasokan LPG 3 kilogram di wilayah Tanjungpinang saat ini dalam kondisi aman dan kembali normal.
Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang dilakukan Disdagin bersama pengelola SPBU pasca-terjadinya antrean panjang kendaraan truk di beberapa titik dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang Riany memaparkan bahwa antrean sempat terjadi dipicu oleh migrasi pengguna BBM jenis Dexlite yang beralih ke Solar akibat penyesuaian harga, serta adanya kendala teknis kerusakan mesin di SPBU Kilometer 3.
Pemantauan terbaru di SPBU Kilometer 7 dan Kilometer 3 menunjukkan arus pengisian Solar telah terurai, di mana transaksi tetap dibatasi secara ketat menggunakan kartu kendali dengan kuota maksimal 60 liter per hari untuk armada truk.
Selain solar, pasokan gas elpiji 3 kg juga dipastikan berjalan lancar tanpa ada kelangkaan dengan harga jual konsisten sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.
Langkah pemantauan langsung ini diselenggarakan untuk menjamin kepastian stok serta mencegah kepanikan masyarakat terkait ketersediaan energi daerah.
Normalisasi distribusi BBM dan LPG subsidi ini diproyeksikan dapat menjaga kelancaran mobilitas armada logistik serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Tanjungpinang.
“Pertama ada beberapa konsumen baru karena naiknya harga Dexlite mereka pindah ke Solar, jadi banyak juga kendaraan umum yang memengaruhi. Kedua, dapat informasi ada SPBU di Batu 3 rusak. Namun dari pemantauan saat ini, penyaluran Solar sudah berjalan normal sesuai kuota kartu 60 liter per hari. Untuk gas 3 kg alhamdulillah sampai saat ini lancar untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, tidak ada kelangkaan, dan harga masih sesuai HET Rp18 ribu.” ujar Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang Riany.
Disdagin Kota Tanjungpinang menegaskan akan terus mengawasi rantai distribusi energi subsidi bersama pihak Pertamina dan kepolisian.
Pemko mengimbau para pemilik armada untuk tetap mematuhi ketentuan batas kuota pengisian demi keadilan distribusi. (din)










Discussion about this post