TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menegaskan penggunaan APBD harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Kemampuan fiskal daerah makin sempit. Setiap rupiah dalam APBD harus berdampak nyata bagi pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya angka pendapatan dan belanja,” kata Lis usai memberi pengarahan kepada PPPK 2025 dalam Sosialisasi Program JKN-KIS di Kantor Wali Kota, Rabu 2 September 2026.
Lis meminta seluruh ASN tetap menjaga kualitas pelayanan publik meski anggaran terbatas. Menurutnya, efisiensi bukan sekadar memotong anggaran, tetapi bagaimana mengelola pelayanan dengan sumber daya yang ada.
“Pelayanan dasar tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun. Program yang menyentuh kebutuhan masyarakat harus jadi prioritas,” ujarnya.
Untuk menyiasati berkurangnya Transfer ke Daerah, Lis menyebut Pemko Tanjungpinang akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah. Namun peningkatan PAD tidak dengan membebani masyarakat.
Strateginya melalui perbaikan digitalisasi dan integrasi data, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi pajak daerah dan retribusi.
“Sumber pendapatan daerah harus berada dalam kendali kita. Daerah harus lebih mandiri agar pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan,” pungkasnya.***










Discussion about this post