TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meminta pemerintah kabupaten dan kota se-Kepri untuk segera memetakan kebutuhan rumah serta mengidentifikasi ketersediaan lahan untuk pembangunan perumahan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Senin (24/8/2026).
Langkah strategis ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kepri terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam merealisasikan target 3 juta rumah di Indonesia.
Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), angka backlog atau penyediaan perumahan di Provinsi Kepri mencapai 130 ribu unit, di mana Kota Batam menjadi wilayah terbesar dan Kota Tanjungpinang mencatatkan kebutuhan sekitar 13 ribu unit.
Guna memangkas backlog tersebut, Pemprov Kepri menggelar rapat koordinasi bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk merumuskan kebijakan kemudahan KPR subsidi.
Langkah pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta retribusi daerah khusus MBR kini tengah dikaji bersama.
Pemerintah Kota Tanjungpinang merespons dengan memvalidasi data ASN serta menyiapkan skema hunian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan.
Ketersediaan data by name by address menjadi kunci agar penyaluran KPR subsidi bernilai ekonomis ini tepat sasaran bagi warga yang belum memiliki rumah.
“Semua kabupaten dan kota mulai mendata agar kita punya peta kebutuhan itu supaya kita mudah nanti untuk mengambil kebijakan lebih lanjut. Ini akan mudah kita wujudkan jika kita juga ikut berperan aktif, misalnya dengan menyediakan lahan sehingga mereka dapat memperoleh subsidi rumah dan lahan dari pemda, kemudian mereka juga bisa membayar cicilan. Mana diskresi melalui perbup dan perwako yang berkaitan dengan pembebasan BPHTB, PBG, dan retribusinya khusus MBR ini supaya kita sepakat semua se-Kepri.” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang berkomitmen segera membentuk Satgas Percepatan Perumahan serta memperkuat kolaborasi bersama pengembang REI dan HIMPERRA.
Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kepri. (din)










Discussion about this post