TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Kepulauan Riau mempercepat pemenuhan Sertifikat Higiene dan Sanitasi (SHS) untuk menjamin standar kualitas pangan bagi para penerima manfaat.
Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (24/8/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 181 dari total 240 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aglomerasi atau sekitar 75,42 persen telah resmi mengantongi SHS.
Kabupaten Lingga mencatatkan kelengkapan 100 persen, disusul Karimun 96,77 persen, Batam 74,31 persen, Bintan 68,42 persen, serta Tanjungpinang dan Natuna masing-masing 58,33 persen.
Di samping aspek kesehatan, program nasional ini terbukti memberikan dampak multiplier terhadap perekonomian lokal melalui penyerapan 10.105 tenaga kerja daerah—dengan 55,34 persen di antaranya kaum perempuan—serta melibatkan 160 pelaku usaha lokal mencakup UMKM, koperasi, hingga badan usaha swasta sebagai rantai pasok bahan pangan.
Percepatan sertifikasi dilakukan untuk mengantisipasi potensi risiko kesehatan serta memastikan kelayakan fasilitas pengolahan makanan di seluruh unit dapur.
“Percepatan pemenuhan SHS dinilai penting untuk memastikan setiap dapur SPPG memenuhi standar higiene dan sanitasi sebelum maupun selama menjalankan pelayanan. Salah satu kendala pemenuhan SHS adalah lambatnya tindak lanjut perbaikan dapur setelah mendapatkan rekomendasi. Oleh karena itu, kami juga mendorong pembaruan data pemasok secara by name, by address, sekaligus mencantumkan jenis badan usaha untuk mencegah data ganda dan memudahkan klasifikasi.” ujar Sekretaris Satgas MBG Kepri Rika Azmi.
Satgas MBG Kepri berkomitmen melakukan pengawasan secara berkala pada seluruh fasilitas dapur pengolahan pangan di kabupaten dan kota.
Langkah integratif ini diharapkan mampu menghadirkan layanan konsumsi bergizi yang aman sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan di wilayah Kepri. (din)










Discussion about this post