TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang mengambil langkah tegas menyusul adanya laporan mengenai indikasi kecurangan harga minyak goreng bersubsidi.
Pihak dinas resmi menggandeng Satgas Pangan Polresta Tanjungpinang untuk memperketat pengawasan terhadap penjualan produk MinyaKita yang kedapatan dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), Jumat (17/7/2026).
Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang, Riany, menegaskan bahwa operasi pengawasan intensif ini akan menyasar seluruh lini dalam rantai pasok, mulai dari tingkat distributor utama, agen penyuplai, hingga para pedagang pengecer di pasar-pasar tradisional.
Langkah taktis ini diambil guna memetakan alur distribusi sekaligus memberikan sanksi tegas bagi oknum yang memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan pribadi.
”Benar, indikasi ini sudah kami pantau dan tim akan segera turun kembali ke lapangan. Memang ada beberapa pedagang nakal yang terdeteksi menjual MinyaKita di atas ketentuan HET, dan ini pasti akan kami tindak bersama Satgas Pangan. Selama ini kami belum menemukan langsung karena pengawasan dilakukan memakai pakaian dinas sehingga mudah dikenali pedagang. Ke depan, kami akan ubah strategi pengawasan agar bisa mengetahui kondisi riil di pasar. Masyarakat kami minta tidak membeli jika harganya di atas ketentuan baku pemerintah yakni Rp15.700 per liter,” tegas Kepala Disdagin Tanjungpinang Riany, Jumat (17/7/2026).
Riany memaparkan, penegasan ini disampaikan usai dirinya memimpin langsung pengecekan mendadak ke gudang distributor milik CV Bintang Perkasa.
Dari hasil inspeksi tersebut, ia memastikan bahwa total ketersediaan MinyaKita untuk area Kota Tanjungpinang dalam kondisi yang sangat aman.
Stok di gudang saat ini tercatat melimpah mencapai 16.658 karton atau setara dengan 199.896 liter.
Pasokan ini juga dipastikan akan segera bertambah dalam waktu dekat melalui pengiriman terjadwal yang akan mendongkrak total ketersediaan hingga menyentuh angka 26.622 karton atau setara 319.464 liter.
Disdagin menjelaskan bahwa kelangkaan dan penurunan pasokan yang sempat terjadi beberapa pekan lalu murni disebabkan oleh kendala keterlambatan logistik pengiriman dari daerah asal seperti Dumai, Medan, dan Jakarta.
Namun, saat ini jalur distribusi dari kota-kota pemasok tersebut sudah kembali normal dan pasokan pangan masyarakat dipastikan aman dari risiko kelangkaan. (din)










Discussion about this post