BATAM, KLIKKEPRI.com — Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut langsung kepulangan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kota Batam yang sukses mencetak sejarah dengan mempertahankan gelar Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk ketiga kalinya secara berturut-turut (hattrick).
Prosesi penyambutan penuh suka cita ini digelar di Love Seafood Restaurant, Punggur, Jumat (10/7/2026).
Dominasi mutlak Kota Batam pada MTQ XII Kepri 2026 di Tanjungpinang dipastikan setelah kafilah asal kota industri ini sukses menyapu bersih kemenangan di 43 dari 48 cabang yang diperlombakan.
Batam keluar sebagai jawara tidak tertandingi dengan akumulasi 347 poin, meninggalkan jauh rival terdekatnya, Kota Tanjungpinang di peringkat kedua (141 poin) dan Kabupaten Karimun di posisi ketiga (133 poin).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan rasa bangganya atas kekompakan dan konsistensi seluruh tim, mulai dari peserta, pelatih, hingga pendamping.
Namun, ia mengingatkan agar kontingen tidak larut dalam euforia karena tantangan besar berikutnya sudah menanti di depan mata.
“Alhamdulillah, perjuangan adik-adik sekalian patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Juara memang penting, tetapi yang jauh lebih krusial adalah tetap rendah hati.
Jadikan kemenangan ini sebagai bahan bakar motivasi untuk terus belajar menghadapi MTQ Nasional Tahun 2026 di Semarang nanti,” tegas Amsakar Achmad.
Sebagai bentuk penghargaan atas cucuran keringat para pejuang Al-Qur’an, Pemerintah Kota Batam telah menggaransi kucuran bonus melimpah.
Rinciannya, peraih juara pertama dihadiahi Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, juara ketiga Rp6 juta, serta uang apresiasi Rp3 juta bagi peserta yang belum meraih juara.
Tak berhenti di situ, apresiasi personal juga mengalir deras. Wali Kota Amsakar Achmad secara pribadi menyumbang bonus tambahan tunai sebesar Rp50 juta untuk kafilah, diikuti oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang ikut menggelontorkan bonus tambahan senilai Rp20 juta.
Ketua Kafilah MTQ Kota Batam, Yusfa Hendri, menyatakan bahwa capaian fantastis dengan torehan 27 emas, 12 perak, dan 4 perunggu ini merupakan buah manis dari sistem pembinaan tilawah yang berkelanjutan serta dukungan akomodasi penuh dari pemerintah daerah.(din)










Discussion about this post